Irman Gusman Stres Dicokok KPK

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 20 Sep 2016 13:02 WIB
irman gusman ditangkap
Irman Gusman Stres Dicokok KPK
Mantan Ketua DPD RI Irman Gusman di Gedung KPK. Foto: MI/Arya

Metrotvnews.com, Jakarta: Irman Gusman stres setelah dirinya dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan terkait gratifikasi kuota gula. Penangkapan itu membuat dirinya kehilangan jabatan sebagai ketua DPD RI.
 
Tommy Singh, pengacara Irman Gusman, mengaku kliennya belum banyak bicara soal kasus. "Dia bingung apa yang terjadi. Dia masih shock kok bisa begini. (Irman) fight saja kalau memang enggak benar," kata Tommy di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).
 
Tommy belum bisa memastikan apakah pihaknya akan mengajukan praperadilan melawan penetapan tersangka KPK. Hal ini masih harus dibicarakan dengan Irman. "Belum terpikirkan kita. Cuma kita pelajari," ujar Tommy.
 
Sabtu, 17 September, Irman Gusman dicokok KPK. Dia disangka menerima Rp100 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi.
 
Kasus ini bermula saat KPK menyelidiki dugaan pemberian uang Xaveriandy pada Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumatera Barat Farizal. Pemberian duit terkait kasus penjualan gula oleh CV Rimbun Padi Berjaya tanpa label SNI di Sumbar yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Padang.


 
Dalam proses pengadilan, Xaveriandy yang mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya diduga membayar Jaksa Farizal buat membantunya dalam persidangan. Farizal diduga menerima duit Rp365 juta dari Xaveriandy.
 
Di tengah penyelidikan perkara ini, KPK mengetahui ada pemberian duit buat Irman tapi dalam kasus lain. Irman diduga mendapat duit Rp100 juta terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan bulog pada CV Semesta Berjaya tahun 2016 di Sumbar. Dia diduga memberikan rekomendasi pada CV Semesta Berjaya supaya mendapat jatah.
 
Terkait tangkap tangan di rumah Irman, KPK menetapkan Irman, Xaveriandy dan Memi sebagai tersangka. Irman dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
 
Sementara itu, Xaveriandy dan Memi selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.




(FZN)

Video /