Dalami Kasus Suap Jambi, KPK Mungkinkan Bidik Anggota DPRD

Sunnaholomi Halakrispen    •    Jumat, 14 Sep 2018 06:57 WIB
ott anggota dprd jambi
Dalami Kasus Suap Jambi, KPK Mungkinkan Bidik Anggota DPRD
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Medcom.id/ Sunnaholomi Halakrispen

Jakarta: Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan pihaknya masih mengusut kasus suap DPRD Jambi oleh eks Gubernur Jambi Zumi Zola. Namun ia tidak dapat menyampaikan hal apa saja yang didalami tersebut.

"Kami sedang pendalaman kasus itu tapi enggak bisa disebut," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 13 September 2018.

Ketika ditanyakan terkait kemungkinan bakal diseretnya semua anggota DPRD Propinsi Jambi, Febri menekankan pihaknya tetap mengikuti perkembangan sesuai fakta persidangan.

"Saat kami memproses satu orang anggota DPRD, ketika ada fakta sidang peran dari Zumi Zola di sana maka kami kembangkan dan lakukan penyidikan pemberian suap untuk Zumi saat itu. Sekarang kan persidangan untuk terdakwa Zumi sedang berjalan," tutur dia.

Selanjutnya apabila ada keterangan saksi dan Zumi dalam fakta persidangan, KPK bakal mengujinya. Febri bilang KPK bakal melakukan analisis terkait bisa atau tidaknya fakta persidangan tersebut dikembangkan untuk pelaku lain yang berkaitan.

"Pelaku yang lain ini tentu bisa orang yang diduga bersama-sama atau para pelaku yang menerima uang tersebut. Tapi sekali lagi, sekarang kami masih fokus pada pembuktian di persidangan," pungkas dia.

Sementara itu Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati mengatakan pihaknya tengah membidik 53 anggota DPRD Jambi yang diduga menerima 'uang ketok palu' dari Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola. Saat ini penyidik masih mengumpulkan bukti untuk menjerat ke-53 legislator tersebut.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum KPK sebelumnya mendakwa Zumi Zola selaku Gubernur Jambi periode 2016-2021 telah menyuap 53 Anggota DPRD Jambi bersama-sama Afif Firmansyah, Plt Sekretaris Daerah Pemprov Jambi Erwan Malik, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemprov Jambi Arfan, dan Saipudin selaku Asisten 3 Sekda Pemprov Jambi.

Terdakwa Zumi dan kawan-kawan diduga menyuap ke-53 anggota DPRD Jambi periode 2014-2019 yakni sejumlah Rp13.090.000.000 dan Rp3.400.000.000 agar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018 disetujui.

Ke-53 anggota dan pimpinan DPRD Jambi yang tercatat dalam surat dakwaan Zumi Zola selaku penerima suap Rp16,49 miliar itu di antaranya Cornelis Buston, Zoerman Manap, AR Syahbandar, Chumaidi Zaidi, dan Nasri Umar. 

Kemudian, Zainal Abidin, Hasani Hamid, Nurhayati, Effendi Hatta, dan Rahimah. Selain itu, Suliyanti, Sufardi Nurzain, M Juber dan Popriyanto. Terdapat juga nama Tartinah, Ismet Kahar, Gusrizal, Mayloeddin dan Zainul Arfan, dan Elhelwi. Selain itu, Misran, Hilalati Badri, Luhut Silaban, Melihairiya, Budiyako, M Khairil, Bustami Yahta, Yanti Maria Susanti dan Muhammadiyah. 

Selanjutnya Sofyan Ali, Tadjudin Hasan, Fahrurozi, Muntalia Sainuddin, Eka Marlina, Hasim Ayub, Agusrama dan Wiwit Iswara. Kemudian, Supriyono, Syopian, Mauli, Parlagutan Nasution, Hasan Ibrahim, Rudi Wijaya dan Arrahmat Eka Putra. Kemudian, Supriyanto, Nasrullah Hamka, Cekman, Jamaluddin, Muhammad Isroni, Edmon A Salam, dan Kusnidar.



(SCI)