KPK Yakin Bukti di Persidangan Perkuat Dakwaan Syafrudin

Juven Martua Sitompul    •    Jumat, 14 Sep 2018 19:47 WIB
kasus blbi
KPK Yakin Bukti di Persidangan Perkuat Dakwaan Syafrudin
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini seluruh bukti yang diajukan dalam persidangan memperkuat dakwaan Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT). Semua bukti adanya praktik rasuah dalam penerbitan surat keterangan lunas (SKL) BLBI telah dibeberkan dalam sidang.
 
"56 orang sebagai saksi, dua orang ahli, 427 alat bukti surat, dua petunjuk, serta pembuktian perkara ini juga didukung 776 barang bukti," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 14 September 2018.
 
Febri mengatakan para ahli yang telah diajukan dalam sidang telah memenuhi kapasitas dan kompetensi yang kuat di bidang masing-masing, baik ahli keuangan negara dan auditor utama pada BPK-RI.
 
"Ahli dari BPK yang dihadirkan KPK juga pernah menyampaikan keterangan sebagai ahli dalam kasus Bank Century," ujarnya.
 
Febri menjelaskan alasan KPK tidak menghadirkan ahli hukum selama persidangan. Dinilai KPK, hakim lah yang mengetahui aspek hukum pidana pada proses persidangan sebuah perkara.
 
Selanjutnya, prihal sangkalan Syafrudin terkait kasus BLBI masuk dalam ranah perdata, menurut KPK dalil itu sudah dimentahkan hakim yang memimpin persidangan praperadilan.
 
"Kami memandang isu ini bukan hal baru yang perlu mendapat perhatian khusus," ucap Febri.
 
Febri menegaskan sepanjang proses penanganan perkara sedikitnya penyidik telah memeriksa 33 orang termasuk Syafrudin. Pada proses penyidikan itu, KPK telah mengantongi 87 dokumen atau alat bukti surat.

Baca: Syafruddin Klaim Berjasa Bereskan Ekonomi Indonesia

Kemudian, sangkalan Syafrudin perihal piutang BDNI lancar ditegaskan KPK sangat keliru. Apalagi, kata Febri dalam persidangan ahli yang dihadirkan KPK sudah jelas menegaskan bahwa audit BPK Tahun 2002, 2006 dan 2017 tidak bertentangan.
 
"Sehingga, KPK meyakini seluruh bukti yang telah kami ajukan lebih dari cukup untuk membuktikan Dakwaan terhadap SAT," kata Febri.
 
Di sisi lain, Lembaga Antikorupsi menghormati upaya pembelaan Syafrudin, termasuk proses persidangan. Komisi Antirasuah berharap majelis hakim memutus hukuman terhadap Syafrudin seadil-adilnya dengan mempertimbangkan fakta-fakta yang muncul di persidangan.
 
"Sehingga, pengembangan perkara BLBI pada pihak lain dan pengembalian kerugian negara akan sangat bergantung pada hasil dari persidangan kasus ini," pungkasnya.




(FZN)