Polda Metro Enggan Tanggapi Isu 40 Masjid Terpapar Radikalisme

Deny Irwanto    •    Jumat, 08 Jun 2018 13:38 WIB
keamanan dan ketertibanradikalisme
Polda Metro Enggan Tanggapi Isu 40 Masjid Terpapar Radikalisme
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, - Medcom.id/Deny Irwanto.

Jakarta: Polda Metro Jaya enggan menindaklanjuti pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, soal dugaan 40 masjid terpapar radikalisme. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, menyebut kepolisian tidak berwenang menelusurinya selama belum ada laporan. 

"Silakan tanya pemprov ya. Silakan tanya ke BNPT (badan Nasional Penanggulangan Terorisme), ke BIN (Badan Intelijen Negara), maupun Densus 88," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat, 8 Juni 2018.

Argo menyatakan tidak bisa menindaklanjuti hal itu lantaran tak ada laporan resmi ke Polda Metro Jaya.

(Baca juga: Sandi Enggan Buka Nama Masjid yang Disusupi Radikalisme)

Sebelumnya, Sandiaga Uno mengaku sudah mengantongi 40 daftar masjid yang diduga terpapar radikalisme. Beberapa sudah dicek.

Menurut dia, salah satu masalah radikalisme lahir karena ketidakadilan. Juga ada pemahaman salah yang terus diberikan kepada generasi muda.

"Tidak ada cara lain selain pendidikan. Kedua, berikan kesempatan mereka menjadi pengusaha dan orang yang sukses dengan program OK OCE," kata Sandi beberapa waktu lalu. 

Isu masjid di Jakarta terpapar radikal mencuat usai Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah tokoh agama. Jokowi dan para tokoh berdiskusi tentang dugaan suburnya radikalisme di sejumlah masjid di Ibu Kota.

(Baca juga: Sandi Pastikan Masjid yang Disusupi Radikalisme Dibina)




(REN)