Buni Yani Ajukan Praperadilan Pekan Depan

Arga sumantri    •    Selasa, 29 Nov 2016 04:45 WIB
buni yani tersangka
Buni Yani Ajukan Praperadilan Pekan Depan
Buni Yani bersama kuasa hukum dan pendukungnya di Wisma Kodel, Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jaksel. MTVN/Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Jakarta: Buni Yani mantap mengajukan praperadilan atas status tersangka dugaan penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian. Praperadilan bakal diajukan pekan depan.

Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahardian, mengatakan saat ini berkas praperadilan masih dalam tahap kajian. Dokumen masih disempurnakan.

"Sekarang masih kita kaji, mungkin minggu depan baru kita ajukan praperadilan," ujar Aldwin saat dihubungi, Senin (28/11/2016).

Terkait rencana pemanggilan kembali terhadap kliennya, Rahardian mengaku belum dapat informasi. Sampai saat ini, kata dia, belum ada surat panggilan pemeriksaan lanjutan dari penyidik Polda Metro Jaya.

"Untuk pemanggilan kembali penyidik belum ya, sampai saat ini," kata Rahardian.

Polisi menjerat Buni Yani atas kasus dugaan penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian. Buni Yani telah memotong video terkait Gubernur DKi Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang berdurasi 1 jam 40 menit menjadi 30 detik dan diunggah ke laman Facebook. Dari pemeriksaan tim Forensik, polisi tidak menemukan adanya perubahan atau penambahan suara dalam video.

Buni Yani dijerat Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 45 ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Dia terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda Rp1 miliar.

Polda Metro Jaya mempersilakan Buni Yani mengajukan praperadilan atas statsus tersangka yang disandangnya. Itu merupakan hak Buni Yani sebagai warga negara yang terjerat kasus hukum.

Polisi siap-siap saja kalau kasus memang harus masuk praperadilan. Polisi yakin dasar menetapkan Buni Yani sebagai tersangka, sudah kuat. Keterangan yang ditulis Buni Yani dalam unggahan video pidato Basuki Tjahaja Purnama di Facebook menguatkan penetapan status tersebut.


 



(OGI)