Saracen Diduga Disiapkan untuk 2019

Media Indonesia    •    Sabtu, 16 Sep 2017 08:24 WIB
ujaran kebencian
Saracen Diduga Disiapkan untuk 2019
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Metrotvnews.com, Jakarta: Tersangka kelompok penyebar ujaran kebencian Saracen, Jasriadi, diduga memiliki grup virtual Whatsapp (WA) bernama Gerakan Merah Putih Prabowo Subianto (GMPPS). Grup itu disebut aktif membicarakan strategi terkait dengan Pemilu 2019.

Kelompok yang dipimpin Jasriadi itu dikatakan tidak hanya menggunakan grup Facebook yang diikuti jutaan akun untuk menyebar ujaran kebencian berunsur SARA, tapi juga memiliki beberapa grup WA.

Pernyataan tersebut dikemukakan Kasubdit Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar di Jakarta, kemarin. Ia menambahkan, Jasriadi sangat dominan saat berkomunikasi dalam grup WA itu.

"Dia cukup dominan berbicara di grup. Salah satu yang dibicarakan, bagaimana terhindar dari jeratan hukum," ujarnya.

Menurut Irwan, dari barang bukti yang terus didalami, Jasriadi memiliki kemampuan yang mumpuni dalam hal strategi politik.

Baca: Anggota Saracen akan Diadili di PN Cianjur

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melihat apa yang dilakukan Saracen tak hanya bertentangan dengan prinsip-prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga pelanggaran hukum sangat serius.

"Saracen melakukan politik menghalalkan segala cara. Mereka yang sengaja membuat desain ujaran kebencian harus ditindak tegas. Proses hukum harus ditegakkan dengan mengusut seluruh jejaring yang terlibat," ujar Hasto, kemarin.

Ia menilai terungkapnya Saracen akan membuka kesadaran masyarakat bahwa ada yang memainkan secara sistematis dalam menyebar kebencian melalui media sosial. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum tegas dan objektif mengusut dalang di balik Saracen.

Baca: Ujaran Kebencian Menyusut 50 Persen

Politikus Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, membantah GMPPS simpatisan resmi partainya. Ia menyatakan banyak jenis simpatisan.

"Ada yang benar-benar ingin mendukung, tetapi ada yang seolah mendukung, tetapi justru merusak citra partai yang didukung. Apalagi saat ini elektabilitas Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto sedang meningkat."




(UWA)