Uang Suap Raperda Banjarmasin Berasal dari PT Chindra Santi Pratama

Juven Martua Sitompul    •    Jumat, 15 Sep 2017 23:52 WIB
ott kpk
Uang Suap Raperda Banjarmasin Berasal dari PT Chindra Santi Pratama
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. ANT/Wahyu Putro .

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap persetujuan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal Pemerintah Kota Banjarmasin kepada PDAM Bandarmasih sebesar Rp50,5 miliar.

Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali, Wakil Ketua DPRD Andi Effendi dengan Direktur Utama PDAM Bandarmasih Muslih dan Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih Trensis.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, uang suap sebesar Rp150 juta yang diterima Iwan diduga berasal dari PT Chindra Santi Pratama (CSP). Uang itu diserahkan PT CSP kepada Muslih pada 11 September 2017.

"Pada tanggal 11 September 2017, diduga M (Muslih) meminta pada PT CSP untuk menyediakan dana Rp150 juta dan serahkan ke T (Trensis)," kata Alex di gedung KPK, Jakarta, Jumat 15 September 2017.

Baca: KPK Tetapkan Ketua DPRD Banjarmasin Tersangka Suap

Setelah menerima uang itu, lanjut Alex, Trensis kemudian menyerahkannya kepada Andi selaku ketua Pansus Raperda Penyertaan Modal Pemkot Banjarmasin ke PDAM Bandarmasih.

"Dalam OTT ini KPK amankan uang tunai Rp48 juta. Uang itu diduga bagian dari Rp150 juta, yang diterima Dirut PDAM, dari pihak rekanan," jelas Alex.

Sebelum menetapkan empat orang sebagai tersangka, tim Satgas KPK lebih dulu mengamankan enam orang di dua lokasi berbeda. Muslih dan Tresis dicokok di kantor PDAM Bandarmasih. Kemudian, Andi dan Iwan di rumahnya masing-masing. Sedangkan, dua anggota DPRD lainnya yakni Achmad Rudiani dan Heri Edward yang ikut diamankan dilepaskan karena tidak terlibat.

KPK kemudian menetapkan Muslih, Trensis, Iwan dan Andi sebagai tersangka suap. Keempatnya diduga bersekongkol meloloskan Raperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Banjarmasin ke PDAM Bandarmasih sebesar Rp50,5 miliar.

Muslih dan Transis dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sedangkan, Iwan dan Andi disangkakan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.




(DEN)

Golkar Tetap Bersiap untuk Pilkada Walau Badai Menghadang

Golkar Tetap Bersiap untuk Pilkada Walau Badai Menghadang

51 minutes Ago

Partai Golkar tengah diterjang badai saat Ketua Umum Setya Novanto ditahan karena tersandung ka…

BERITA LAINNYA