Jejak Karier Aris Budiman

Wandi Yusuf    •    Rabu, 30 Aug 2017 15:10 WIB
angket kpk
Jejak Karier Aris Budiman
Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8/2017). Foto-foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) langsung bereaksi saat Aris Budiman diangkat menjadi Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 16 September 2015. Sebelumnya, selama dua tahun, tak ada yang mengisi jabatan itu.

Saat Abraham Samad memimpin KPK, jabatan Direktur Penyidikan KPK kosong. Begitu Abraham tak aktif, jabatan itu langsung diisi Aris. "KPK terlalu terburu-buru mengisi posisi itu," kata peneliti ICW Febri Hendri, kala itu.

Namun, isu yang dilempar ICW tak berkembang. Berita pengangkatan Aris justru yang banyak dikunyah media. Aris yang saat itu masih menjabat Komisaris Besar mampu menyingkirkan tujuh calon lain untuk mengisi jabatan mentereng itu.

"Semua tes ia lalui," kata pelaksana tugas Pimpinan KPK Johan Budi tak lama setelah Aris terpilih, Senin 14 September 2015.

Saingan Aris adalah empat penyidik dari kejaksaan dan empat penyidik dari kepolisian. Eks Direktorat Ekonomi Khusus di Polda Metro Jaya itu mampu menyingkirkan saingannya.

Sejak mantan wakil direktur Tipikor Bareskrim Mabes Polri ini diangkat, KPK memang tengah gencar merekrut penyidik. Per 2016, KPK hanya memiliki 90 penyidik untuk menangani seluruh kasus rasuah di Indonesia. Amat minim.

"Tahun ini kami berencana menambah penyidik dan untuk tahun ini ada sekitar 150 penyidik, sedangkan untuk 2017 ada 300 penyidik," kata Ketua KPK Agus Raharjo, 25 Juli tahun lalu.

Baca: KPK Didesak Segera Pecat Aris Budiman

Namun, hingga Januari 2017, hanya sedikit KPK menambah penyidik. Tercatat, KPK hanya memiliki 96 penyidik. Jumlah itu ditambah satu penyidik dari kepolisian dan sembilan penyidik dari kejaksaan. Masih tak ideal. Agus menyatakan KPK butuh sekitar 1.000 penyidik.

Minimnya penyidik tak membuat KPK malas bekerja. Selama 2016, setahun Aris memimpin, KPK mencetak sejarah dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terbanyak. Sebanyak 15 orang dicokok sepanjang 2016. Catatan ini semakin mentereng saat KPK mampu melakukan OTT 9 kali selama Ramadan tahun ini.

Belakangan Aris menjadi sorotan. Dia memenuhi panggilan Panitia Khusus Hak Angket KPK walaupun pimpinannya melarang. Selama 29 tahun menjalani karir di kepolisian, baru kali ini dia membangkang perintah atasan. Alasannya, dia ingin menepis kabar kalau dirinya tersangkut kasus suap dalam pusaran korupsi KTP elektronik.

Baca: Nasib Aris Budiman di KPK Masih Tanda Tanya

Jabatannya dipertaruhkan dari laku membangkang itu. Tapi, peraih doktor di Kajian Kepolisian Universitas Indonesia ini tak peduli.

"Bagi saya, ini bukan soal kehormatan pribadi. Ini (KPK) lembaga harapan bangsa Indonesia untuk memperbaiki negara kita. Kalau masih seperti ini, tetap akan ada masalah ke depan. Itu pertimbangan saya," ujarnya dalam Rapat dengar pendapat (RDP) di ruang Pansus Hak Angket DPR, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa 29 Agustus 2017.

Brigjen Pol Dr Aris Budiman Bulo
Lahir di Pangkajene, 25 Januari 1965
Perjalanan karir:
- 1989: Kapolsek Kurik Polres Marauke, Irian Jaya
- 1996: Kapolsek Metro Tebet, Polres Jakarta Selatan
- 1999: Dan Unit I Sat Idik Impek Dit Serse Ek Korsase Polri
- 2000: Asisten Dosen untuk mata Kuliah Hubungan Antar Sukubangsa PTIK.
- 2007: Penyidik Madya Unit I Dit II Bareskrim Polri
- 2008: Meraih gelar doktor UI dengan judul disertasi "Fungsi Kepolisian dalam Pemeliharaan Keteraturan Sosial di Wilayah Kota Pangkal Pinang."
- 2009: Kapolresta Pekalongan
- 2011: Promosi menjadi Kasubdit VI Dittepeksus Bareskrim Polri.
- 2012: Sespimti Polri
- 2013: Analis Kebijakan Madya Bidang RB POl Srena Polri
- 2014: Dirreskrimsus Polda Metro Jaya
- 2015: Wakil Direktur Tipikor (Wadirtipikor) Bareskrim Mabes Polri
- 14 September 2015: Terpilih menjadi Direktur Penyidikan KPK melalui proses seleksi.
- 21 Oktober 2015: Naik pangkat dari Kombes menjadi Brigjen Pol.
(Sumber biodata: https://pejabatpublik.wordpress.com)




(UWA)