Polri Manfaatkan Blue Notice Mencari Rizieq

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 17 May 2017 15:39 WIB
pornografi
Polri Manfaatkan <i>Blue Notice</i> Mencari Rizieq
Kantor pusat Interpol di Lyon, Perancis. Foto: AFP/Jean-Philippe Ksiazek

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri akan memanfaatkan blue notice melalui jaringan Interpol untuk mencari keberadaan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di luar negeri. Upaya ini dilakukan untuk memudahkan penyidik membawa pulang Rizieq.

Rizieq sudah mangkir dua kali dari panggilan polisi atas kasus dugaan percakapan berkonten pornografi. Rizieq juga akan diperiksa untuk kasus-kasus lainnya.

"Penyidik (dari Polda Metro Jaya) yang menangani kasus ini meminta Mabes Polri mengirimkan blue notice ke Lyon (Perancis), kantor pusat Interpol," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, saat dihubungi, Rabu, 17 Mei 2017.

Setyo mengatakan blue notice adalah upaya meminta bantuan dari negara-negara yang tergabung ke dalam Interpol untuk mencari keberadaan seseorang, termasuk aktivitasnya.

"Dan itu tidak harus tersangka. Seseorang yang dicurigai juga bisa," kata dia.

Pengiriman blue notice terhadap Rizieq, kata Setyo, masih melihat situasi yang berkembang. Blue notice bisa diartikan permintaan yang levelnya masih di bawah red notice.

Red notice adalah permintaan penyidik terhadap Interpol untuk menangkap dan mengembalikan pelaku kriminal ke negara yang bersangkutan. "Itu untuk tersangka atau buronan," ujar dia.

Polda Metro Jaya yang menangani kasus ini sudah mengirimkan dua kali surat panggilan terhadap Rizieq. Namun, yang bersangkutan tak pernah datang. Saat ini Rizieq diketahui sedang berada di luar negeri. Polisi sudah mengeluarkan surat perintah penjemputan terhadap Rizieq.

Dari kasus ini polisi sudah menetapkan satu orang tersangka, yakni Firza Husein, orang yang diduga lawan bicara Rizieq dalam percakapan berkonten pornografi. Firza ditetapkan sebagai tersangka Selasa malam 16 Mei 2017, setelah diperiksa selama 12 jam.




(UWA)