Kejagung Isyaratkan Belum ada Eksekusi Mati di 2018

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 05 Jan 2018 23:53 WIB
eksekusi mati
Kejagung Isyaratkan Belum ada Eksekusi Mati di 2018
Jaksa Agung M. Prasetyo. Foto: MI/Angga Yuniar

Jakarta: Kejaksaan Agung mengisyaratkan belum akan melaksanakan eksekusi mati pada tahun 2018 ini terhadap para terpidana mati, khususnya para terpidana dalam kasus narkoba. Kejaksaan tak mau asal melaksanakan eksekusi mati. 

Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan, untuk melaksanakan eksekusi mati harus lebih dulu memenuhi aspek teknis dan aspek yuridis. Terkait aspek yuridis, kata dia, semua hak hukum para terpidana mati juga harus terpenuhi.

"Karena faktanya proses hukum itu lama. Itu bukan kehendak kita. Itu sekarang banyak sekali dinamika perkembangan hukum," ujar Jaksa Agung M Prasetyo di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 5 Januari 2018. 

Dia mengatakan, untuk permohonan grasi saat ini tidak dibatasi waktu. Berbeda ketika belum ada perubahan, grasi hanya diberikan waktu setahun setelah putusan inkrah. 

"Sekarang enggak ada lagi batasan. Itu jadi kita harus menunggu kan," ucapnya. 
 
Sementara itu, terkait aspek teknis, menurut Prasetyo hal itu bukan perkara sulit. "Kalau teknis dengan persiapan peti matinya dan minta tolong Polri siapkan regu tembaknya dan siapkan lapangannya. Tinggal dor saja kan," tuturnya. 

Baca: 153 Terpidana Mati Menunggu Eksekusi

Yang jadi masalah, kata dia, ialah aspek yuridis yang memakan waktu. Kejaksaan juga tak ingin ada kesalahan dalam melakukan eksekusi tersebut. Terlebih, eksekusi mati bakal menuai pro dan kontra.

"Kalian tahu kan sekarang ini bukan hanya di luar negeri yang pro dan kontra, tapi di dalam negeri yang pro dan kontra," ucap mantan Jampidum itu.

Dia meminta agar masyarakat bersabar lantaran memang proses hukum untuk bisa mengeskekusi mati cukup panjang. "Kita ingin sekali untuk eksekusi, tapi persoalan itu lah," tandasnya. 


(DMR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA