Jaksa Agung Ingin Kasus Pungli tak Dibawa ke Tipikor

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 10 Jan 2018 04:08 WIB
punglikejaksaan agung
Jaksa Agung Ingin Kasus Pungli tak Dibawa ke Tipikor
aksa Agung M. Prasetyo. Foto: MI/Immanuel.

Jakarta: Jaksa Agung M Prasetyo mempertimbangkan untuk tidak membawa pelaku pungutan liar (pungli) ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Utamanya, pelaku dengan nilai pungli yang rendah.

"Bayangkan, uang suapnya dari Rp60 ribu sampai Rp1 juta. Sedangkan dana penanganan perkaranya tidak kecil, " kata Prasetyo di Kantor Kejagung,  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 9 Januari 2018. 

Menurut Prasetyo, sebaiknya pelaku pungli dibawa ke ranah kejahatan pemerasan. Pelaku bisa dijerat aturan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan diadili di pengadilan pidana umum. Ongkos perkara juga jadi pertimbangan Kejagung memunculkan wacana ini.

"Seperti, dia (pelaku) tinggal di Merauke, harus diadili di Jayapura. Atau dia tinggal di Cilacap, maka dia harus ke Semarang. Kan artinya harus keluar uang besar," ucap dia.

Prasetyo juga menilai tidak adil bila pemberi suap dibawa ke pengadilan Tipikor. Ia mengaku telah meminta Jaksa Agung Bidang Pengawasan M Yusni, untuk menyampaikan wacana ini dalam rapat di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

"Kalau pemerasan, maka hanya pelaku yang dituntut," ujarnya. 


(AGA)

KPK Periksa Ketua Komisi II DPR

KPK Periksa Ketua Komisi II DPR

20 minutes Ago

Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap diperiksa terkait kasus korupsi KTP elektronik.
 

BERITA LAINNYA