Novel Baswedan Batal Jalani Operasi Mata Kiri

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 06 Dec 2017 13:59 WIB
novel baswedan
Novel Baswedan Batal Jalani Operasi Mata Kiri
Penyidik senior KPK Novel Baswedan - foto; istimewa.

Jakarta: Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan batal menjalani operasi lanjutan mata kirinya hari ini. Operasi batal lantaran pertumbuhan selaput mata kiri Novel melambat.

"Maka dibutuhkan penanaman kembali bagian gusi Novel di mata kiri tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

Meski batal menjalani operasi lanjutan, tim dokter berencana akan melakukan operasi perbaikan gusi yang ditanam di mata kiri Novel sore ini. Perbaikan itu dilakukan agar pertumbuhan pada selaput mata kiri Novel merata.

"Sore ini dokter merencanakan dilakukan operasi perbaikan gusi yang ditanam di mata kiri," ujar dia.

Novel disiram air keras usai salat subuh tak jauh dari rumahnya di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT 03/10 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April 2017. Akibatnya, kedua mata Novel mengalami luka bakar yang cukup parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit di Singapura.

(Baca juga: Hotline Kasus Novel tak Diberi Batas Waktu)

Hampir tujuh bulan lebih penyidik senior KPK ini menjalani perawatan mata di rumah sakit di Singapura. Novel sempat menjalani operasi besar di bagian mata kirinya beberapa beberapa bulan lalu.

Tim dokter yang merawat kondisi mata Novel menganjurkan agar penyidik senior lembaga antirasuah tersebut dilakukan operasi kembali. Sayangnya, belum ada pelaku maupun dalang yang menyebabkan Novel ‎hampir buta‎.

Pada kesempatan itu, lembaga Antikorupsi kembali meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap pelaku penyerangan Novel. Terlebih, sketsa dua wajah pelaku telah dirilis dan disebar pihak kepolisian.

"Terkait dengan pencarian pelaku penyerangan, KPK berharap setelah 2 sketsa orang yang diduga terlibat disebar oleh Polri, mereka segera dapat ditemukan dan proses hukum dilakukan lebih lanjut," pungkas Febri.

 


(REN)