Miryam S. Haryani Menghadapi Sidang Vonis Hari Ini

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 13 Nov 2017 08:52 WIB
korupsi e-ktp
Miryam S. Haryani Menghadapi Sidang Vonis Hari Ini
Terdangka Miryam S. Haryani/MI/Mohamad Irfan

Jakarta: Miryam S. Haryani, terdakwa kasus memberikan keterangan palsu pada persidangan perkara korupsi KTP-el, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) hari ini. Bekas anggota DPR dari Fraksi Hanura itu akan mendengarkan vonis majelis hakim.

Aga Khan, kuasa hukum Miryam, berharap kliennya bebas dari tuntutan jaksa penuntut KPK.

"Iya dong (bebas). Kalau enggak ya dihukum seringan-ringannya," kata Aga saat dikonfirmasi, Senin 13 November 2017.

Kepada Aga, Miryam mengaku tidak pernah terlibat korupsi KTP-el. Miryam juga menegaskan dirinya bukan satu-satunya orang yang mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) dalam persidangan.

"Jadi dia ingin membuka hati hakim untuk melihat, sejauh mana perbuatan itu dikategorikan seperti yang disangkakan atau tidak," ucap Aga.

Miryam sebelumnya dituntut jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan.

Namun, pada sidang pembacaan pleidoi, Miryam tetap bersikeras mendapat tekanan dan ancaman dari penyidik KPK Novel Baswedan saat menjalani pemeriksaan di tingkat penyidikan Irman dan Sugiharto.

Miryam mengatakan, tekanan dan ancaman mulai dirasakan pada pemeriksaan 1 Desember 2016. Saat itu, Novel menyebut Miryam seharusnya sudah menjadi tahanan KPK sejak 2010.

Tak hanya itu, Miryam mengklaim pada pemeriksaan tersebut Novel memaksa dirinya membeberkan keterlibatan tokoh penting dalam pusaran korupsi KTP-el yang telah merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun. Pada pemeriksaan selanjutnya, 7 Desember 2016, Miryam mengaku kembali dipaksa mengakui sejumlah uang yang diterima Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait proyek KTP-el.

Selain itu, Miryam mengklaim dibuat tak nyaman dalam pemeriksaan pada 20 Januari 2017. Saat itu, tercium bau durian dari mulut Novel. Aroma durian itu menyengat dan membuat konsentrasi Miryam terganggu saat diperiksa.

Merasa kesaksiaan yang dituangkan ke BAP dalam kondisi penuh tekanan dan ancaman, Miryam lantas mencabut BAP tersebut saat bersaksi di persidangan korupsi KTP-el pada 23 Maret 2017. Namun, jaksa KPK menilai alasan pencabutan BAP tidak sah.

Saat membacakan tuntutan, jaksa KPK menilai perbuatan Miryam telah menghambat proses penegakan hukum dalam perkara korupsi KTP-el, tidak menghormati lembaga peradilan, dan merusak nilai-nilai kejujuran.

Jaksa menyatakan Miryam terbukti mendapat arahan dari pihak lain sehingga mencabut BAP saat bersaksi dalam sidang korupsi KTP-el. Padahal keterangan dalam BAP telah bersesuaian dengan keterangan saksi-saksi lain di muka persidangan.


(OJE)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

4 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA