Peretas 600 Website Asal Surabaya Berstatus Mahasiswa

Deny Irwanto    •    Selasa, 13 Mar 2018 16:43 WIB
peretasan
Peretas 600 <i>Website</i> Asal Surabaya Berstatus Mahasiswa
Pelaku peretas 600 website - Medcom.id/Deny Irwanto.

Jakarta: Polisi kembali menangkap seorang peretas yang tergabung dalam kelompok Surabaya Black Hat (SBH). Satu pelaku baru yaitu ATP, 21, yang masih berstatus mahasiswa.

Sebelum menangkap ATP, polisi sudah menangkap KPS warga Sawahan, Kota Surabaya dan NA. Pelaku sudah meretas 600 website Indonesia dan luar negeri.

"Mereka ini masih mahasiswa, masih ada yang kuliah semester lima juga enam. Mahasiswa di daerah Surabaya," kata Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu, di Polda Metro Jaya, Selasa, 13 Maret 2018.

Roberto mengungkapkan pelaku meretas dengan cara menawarkan jasa perbaikan website. Padahal, website yang ditawarkan perbaikannya itu adalah website yang sudah diretas para pelaku.

Sebagai imbalan, pelaku minta dibayar dengan uang dalam bentuk Paypal dan Bitcoin. Bila tak mau membayar, kata dia, maka website akan dirusak melalui sistem.

(Baca juga: Peretas Ratusan Website Ditangkap Polda Metro)

"Dia menggunakan email. Jadi kira-kira mau bagaimana, apa mau diperbaiki seperti semula atau bagaimana. Dengan membayar sejumlah uang, bervariasi bisa Rp5 juta dan seterusnya dengan Paypal," kata Roberto.

Sebelumnya, Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menangkap dua tersangka peretas 600 website Indonesia dan luar negeri. Kedua tersangka yaitu, KPS warga Sawahan, Kota Surabaya yang merupakan pendiri dan NA, anggota kelompok Surabaya Black Hat (SBH).

Akibat perbuatannya, mereka bakal dijerat Pasal 30 jo 46 dan atau Pasal 29 jo 45B dan atau Pasal 32 Jo Pasal 48 UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 3, 4, dan 5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.
 


(REN)