166 Penyidik Dikerahkan Ungkap Kasus Novel

Whisnu Mardiansyah    •    Rabu, 14 Mar 2018 18:55 WIB
novel baswedan
166 Penyidik Dikerahkan Ungkap Kasus Novel
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis - ANT/Reno Esnir

Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz menyampaikan pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih terus berjalan. 

"Penanganan kasus Novel sampai hari ini jajaran Polda masih intensif kami lakukan," kata Idham saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III di komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Maret 2018.

Menurut Idham, keseriusan pihaknya direalisasikan dengan membentuk satuan tugas khusus. Ratusan penyidik juga diterjunkan menyingkap kasus tersebut.

"Ada 166 penyidik yang khusus tangani kasus ini," paparnya.

Jenderal bintang dua itu meminta publik tak meragukan keseriusan polisi mengungkap kasus ini. Penanganan kasus Novel diawasi baik secara internal maupun eksternal. 

Baca: Anggota Komisi III Tagih Janji Kapolri Ungkap Kasus Novel

"Kasus ini juga kami diperiksa secara internal Irwasum dan Kadiv Propam. Dari eksternal ada Ombudsman dan Kompolnas," ujarnya.

Bersama tim teknis dari KPK, penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa 168 saksi dan 38 rekaman kamera CCTV serta 91 toko bahan kimia yang sudah dimintai keterangannya. 

"Di hadapan bapak semua saya yakinkan penyidik terus bekerja. Ini hanya menyangkut masalah waktu. Bukan saja kasus Novel Baswedan ini yang belum kita ungkap," ungkapnya. 

Dirinya menjelaskan dalam satu bulan, Polda Metro Jaya tak kurang menerima 3.000 laporan. Namun, keterbatasan jumlah penyidik hanya mampu menyelesaikan 30-40 persen dari total laporan yang diterima. 

"Semua skala prioritas. Kita bekerja terus tidak akan pernah berhenti. Kita jalani terus kemudian kita berkerja berdasarkan profesionalitas. Kita juga diawasi oleh banyak lembaga dari internal polri dan teman-teman KPK gabung," jelasnya.

Baca: Romo Magnis Minta Polisi Rampungkan Kasus Novel

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan menagih janji Kapolri mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kasus ini genap memasuki satu tahun bulan April mendatang namun belum juga berhasil diungkap.

"Pak Kapolri alhamdulilah kita mau merayakan hari ulang tahun satu tahun Pak Novel Baswedan itu tidak terselesaikan kasusnya," kata Arteria. 

Orang tak dikenal menyiramkan cairan asam ke wajah Novel, Selasa pagi 11 April 2017. Pelaku beraksi saat Novel berjalan kaki pulang usai salat Subuh di masjid dekat rumahnya.




(DMR)