Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Orang

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 24 Nov 2017 18:54 WIB
perdagangan manusia
Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Orang
lustrasi:MTVN/Syahmaidar.

Jakarta: Polisi menangkap pelaku yang diduga melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Pelaku ditangkap di Surabaya, Jawa Timur, Jumat 24 November 2017.
 
Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Mabes Polri, Kombes Ferdy Sambo mengatakan, pelaku diduga melakukan kejahatan perdagangan orang kepada 18 warga Indonesia.
 
"Unit empat telah melakukan penangkapan terhadap Maslaah," kata Ferdi di Jakarta, Jumat, 24 November 2017.

Baca: Menteri PPPA: NTT Zona Merah Perdagangan Manusia

Ia menjelaskan, para korban direkrut oleh sponsor dari daerah Lombok, Yogyakarta dan Sukabumi. Mereka kemudian diserahkan ke Maslaah di kawasam Condet Jakarta Timur untuk dipekerjakan ke luar negeri.
 
Para korban, kata dia, dibawa ke Pasuruan untuk ditampung sementara sembari menunggu tiket pesawat. Kemudian, para korban diberangkatkan ke Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Bandara Juanda, Surabaya.
 
"Setelah tiba di Kuala Lumpur, para korban diamankan oleh pihak Imigrasi Kuala Lumpur dan di serahkan ke KBRI di Malaysia," ujarnya.
 
Para korban kini sudah dipulangkan dari Malaysia sejak 6 Mei 2017. Maslaah dibawa ke Bareskrim untuk dimintai keterangan.

Baca: Faye Hasian, Remaja Indonesia Berjuang Melawan Perdagangan Manusia 

"Barang bukti yang disita buku rekening Bank Mandiri dan BCA beserta kartu ATM, serta buku catatan TKI," ucap dia.
 
Ferdy mengatakan, pengembangan kasus ini merupakan salah satu bentuk atensi dari KBRI Kuala Lumpur dan KBRI Arab Saudi.
 
Maslaah dijerat Pasal 4, Pasal 10 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO dan atau Pasal 102 ayat 1 huruf a, huruf b, Pasal 103 ayat 1 huruf g UU Nomor 39 Tahun 2004 PPTKLN Jo Psl 55 ayt 1 ke 1e.




(FZN)

Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el

Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el

16 minutes Ago

Anang mengakui keterlibatannya dalam kasus KTP-el yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun it…

BERITA LAINNYA