Pegiat Desak Pemerintah Usut Peristiwa 1965

LB Ciputri Hutabarat    •    Minggu, 19 Mar 2017 20:22 WIB
hak asasi manusia
Pegiat Desak Pemerintah Usut Peristiwa 1965
Para pegiat peristiwa 1965 . MTVN/ LB Ciputri

Metrotvnews.com, Jakarta: Para pegiat peristiwa 1965 akan menggelar kongres untuk mendesak pemerintah mengusut Peristiwa 1965. Kongres ini nanti dipromotori oleh Sidang Mahkamah Rakyat Internasional atau International People's Tribunal (IPT) '65 di Indonesia.

"Kami akan mendesak peristiwa ini melebih simposium. Kami akan bawa ke kongres IPT untuk memperjuangkan ketidakadilan yang dirasakan para korban (peristiwa 1965)," kata panitia IPT, Dolorosa Sinaga di Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Minggu 19 Maret 2017.

Adapun kongres ini, kata Dolorosa, merupakan bentuk ketidakpuasan pegiat terhadap sikap pemerintah terkait Peristiwa '65. Dolorosa berujar pemerintah tidak berani buka-bukaan terkait peristiwa yang dipastikan memakan ribuan korban tersebut.

"Kemarin simposium dilaksanakan tapi negara tidak berani menyimpulkan hasilnya. Sebenarnya niat negara ini apa sih? Semacam pencitraan saja?," kritik Dolorosa.

Sebelumnya, Sidang Mahkamah Rakyat Internasional (IPT) '65 di Den Haag, Belanda mengungkap ada sembilan kejahatan yang ditemukan pada peristiwa tahun 1965 di Indonesia. Dalam sidang tersebut diputuskan pemerintah pada masa itu (1965) harus bertanggungjawab atas berbagai elemen kejahatan manusia.

"Termasuk kemungkinan adanya kejahatan genosida," kata Ketua Panitia Kongres IPT '65 Indonesia, Harry Wibowo.

Dengan latarbelakang tersebut, IPT '65 Indonesia berani mengadakan pra kongres. Pra kongres akan diadakan ke sembilan kota besar dengan menyebarkan hasil laporan IPT '65 di Den Haag November 2015.

"Supaya nanti masyarakat bisa memberikan masukkan yang lebih konsepsial terkait kasus Peristiwa 1965 ini," tegas Dolorosa.


(SCI)

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

10 hours Ago

pihaknya bakal mengajak asosiasi para pedagang pasar untuk bergerak bersama menciptakan ekonomi…

BERITA LAINNYA