Tangis Jessica Jadi Bahasan Pembuka Replik Jaksa

Arga sumantri    •    Senin, 17 Oct 2016 14:43 WIB
kematian mirna
Tangis Jessica Jadi Bahasan Pembuka Replik Jaksa
Jessica--MI/Adam Dwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Tangis terdakwa Jessica Kumala Wongso jadi bahasan pembuka dalam replik yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jaksa menilai tangis Jessica justru sebagai bentuk rasa ketakutannya menjelang hakim menjatuhkan vonis.

Jaksa Melani Wuwung menyatakan, ada dua yang dapat ditafsirkan dari tangis Jessica di persidangan. Bisa jadi karena takut dihukum atau memang sedih ditinggal Wayan Mirna.

"Hanya terdakwa dan Tuhan yang mengetahuinya," ujar Melani saat membacakan replik di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016).

Baca: Suami Mirna Anggap Tangisan Jessica Buat Cari Simpati

Jaksa mengaku heran dengan tangis Jessica. Sebab, sikap itu tidak pernah terjadi pada persidangan sebelumnya. "Tangisan ini dilakukan sebelum vonis," tambah Melani.

Pada sidang nota pembelaan Rabu, 12 Oktober, Jessica membacakan pledoi buatannya sendiri. Sembari berurai air mata, Jessica berdiri di depan majelis hakim membacakan pledoi. Hingga berita ini ditulis, jaksa masih membacakan isi replik, atau tanggapannya terhadap pledoi kubu Jessica.

Baca: Tim Jessica Sudah Endus Replik Jaksa

Wayan Mirna meregang nyawa usai menyeruput es kopi Vietnam di Kafe Olivier, 6 Januari. Kopi itu dipesankan Jessica. Jessica jadi terdakwa tunggal kasus kematian Mirna. Jaksa menuntut Jessica 20 tahun penjara.

Jaksa menilai rekan Mirna di Billyblue College itu telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Tuntutan 20 tahun penjara sebenarnya opsi paling ringan dari pasal yang didakwakan terhadap Jessica. Pembunuhan berencana bisa dituntut hukuman maksimal, yakni hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Baca: Pengacara dan Jaksa Adu Penilaian Soal Pleidoi Jessica



Dalam nota pembelaannya, Jessica keberatan didakwa membunuh Mirna. Dia memastikan bukanlah pembunuh Mirna. Pledoi yang dibaca oleh kuasa hukum Jessica memohon majelis hakim agar membebaskan Jessica dari seluruh dakwaan.


(YDH)