Pembunuhan Berencana Harus Dibuktikan di Sidang Kematian Mirna

Arga sumantri    •    Kamis, 22 Sep 2016 12:36 WIB
kematian mirna
Pembunuhan Berencana Harus Dibuktikan di Sidang Kematian Mirna
Kuasa Hukum Jessica Yudi Wibowo. Foto: MI/Arya Manggala.

Metrotvnews.com, Jakarta: Unsur pembunuhan berencana menjadi penting untuk dibuktikan dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Sebab, hukum hanya melihat tindak pidana, bukan motif pembunuhan itu.
 
Hal itu diungkapkan ahli hukum pidana dari Universitas Brawijaya, Masruchin Ruba’i saat menjadi saksi ahli di sidang ke-24 kasus Mirna dengan terdakwa tunggal Jessica Kumala Wongso.
 
Ruba'i dimintai pendapat terkait dakwaan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana yang ditujukan pada terdakwa Jessica.
 
Pengacara Jessica, Yudi Wibowo Sukinto bertanya kepada Ruba'i tentang penting tidaknya motif dalam dakwaan pembunuhan berencana.
 
Menurut Ruba'i, hal yang paling penting buat diungkap adalah unsur rencana dalam pembunuhan. Unsur yang dimaksud Ruba'i adalah tahapan-tahapan yang dilakukan hingga tindakan pidana itu terjadi.


 
"Unsur-unsur itu harus objektif. Berawal dari motif, timbul niat hingga dilaksanakan (pembunuhan). Jadilah tindak pidana,” kata Ruba'i di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2016).
 
Menurut Ruba`i, motif hanya bagian dari petunjuk unsur pembunuhan berencana. Motif tidak jadi satu hal yang harus digali dan dibuktikan.
 
"Motif itu tentu dicari. Untuk menentukan niat. Niat itu ditentukan dari motif. Sehingga ada perbuatan,” ujar Ruba'i.
 
Ada pemandangan yang berbeda ketika sidang mendengarkan keterangan Ruba'i. Ketua tim pengacara Jessica, Otto Hasibuan tidak nampak duduk di bangku tim penasehat hukum. Yudi mengambil alih peran Otto ketika berdiskusi dengan Ruba'i di depan majelis hakim.
 
Wayan Mirna merengang nyawa usai menyeruput es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Rabu 6 Januari. Kopi itu dipesan oleh Jessica.
 
Jessica jadi terdakwa tunggal kasus kematian Wayan Mirna. Jaksa penuntut umum mendakwa Jessica dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Rekan Mirna di Billyblue College Australia itu terancam hukuman mati.




(FZN)

Video /