Jaksa dan Ayah Mirna Dituding Konspirasi Jatuhkan Saksi Ahli

Arga sumantri    •    Rabu, 21 Sep 2016 16:53 WIB
kematian mirna
Jaksa dan Ayah Mirna Dituding Konspirasi Jatuhkan Saksi Ahli
Saksi ahli toksikologi asal Australia, Michael Robertson. Foto: Antara/Rival Awal Lingga.

Metrotvnews.com, Jakarta: Edi Darmawan Salihin, ayah Mirna, dituding berkonspirasi dengan Jaksa Penuntut Umum. Dalam sidang lanjutan kasus kematian Mirna, JPU menyebut saksi ahli toksikologi asal Australia, Michael Robertson, yang dihadirkan buat meringankan Jessica Kumala Wongso terlibat kasus pembunuhan.
 
JPU Ardito Muwardi membuka sebuah lembaran berisi print out pemberitaan media online www.dailymail.co.uk. Pemberitaan itu berisi kasus pembunuhan American Beauty yang terjadi pada tahun 2000.
 
Dalam pemberitaan tersebut, Michael Robertson disebut diduga terlibat dan akan ditahan bila kembali ke Amerika Serikat.
 
Pemberitaan itu juga menyatakan, otoritas hukum Amerika Serikat mendapat informasi tentang konspirasi pelanggaran berat yang diduga melibatkan Robertson. Selain itu, otoritas Negeri Paman Sam disebut telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Robertson, dan turut dikenakan denda sebesar USD 100 ribu.
 
Pengacara Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, menyebut dokumen pemberitaan itu sengaja disebar Darmawan. "Ada saksi tadi menyatakan ini diberikan oleh Dermawan Salihin kepada jaksa," kata Otto di sela sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).
 
Otto menyayangkan hal itu. Menurut Otto, komunikasi antara ayah Mirna dan JPU adalah pelanggaran. "Enggak layak dan enggak pantas seorang jaksa melakukan itu. Menurut saya informasi ini sampah," tegas Otto.
 
Menurut Otto, dokumen apapun yang masuk ke persidangan, harus lebih dahulu diverifikasi. Dokumen itu mesti lebih dulu disita, diperiksa, dan diteliti di pengadilan.
 
"Tapi ini jelas-jelas diberikan langsung kepada jaksa Melani (salah satu JPU) dan langsung digunakan di persidangan," kata Otto.
 
Robertson tak membantah nama dalam pemberitaan yang dimaksud adalah dia. Tapi dia tidak membenarkan pemberitaan tersebut.
 
"Saya tidak pernah diberitahu tentang informasi tersebut. Jadi saya tidak tahu info itu benar atau salah," kata Robertson.


(FZN)

Video /