BNN Sita 16 Kg Sabu di Medan, Dua Tersangka Dicokok

Arga sumantri    •    Selasa, 20 Sep 2016 16:05 WIB
narkoba
BNN Sita 16 Kg Sabu di Medan, Dua Tersangka Dicokok
Kepala BNN Komjen Budi Waseso memberikan keterangan soal penangkapan dua tersangka dan sabu seberat 16 kilogram di Medan. Foto: Arga Sumantri/Metrotvnews.com.

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Narkotika Nasional mencokok dua tersangka pengedar narkotika jenis sabu di Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 16 kilogram sabu disita dari kedua pelaku.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan, kedua tersangka yakni berinisial BH, 24, dan RP, 29. BH merupakan penjaga gudang tempat disimpannya sabu, sementara RP diduga bagian dari sindikat peredaran sabu.

"Sabu disimpan dalam 16 bungkusan plastik dengan berat 16 kilogram," kata Waseso di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/9/2016).

Mulanya, BNN menggerebek sebuah rumah di Jalan Setia Luhur Gang Sendiri, Kelurahan Dwikora, Medan Helvitea, Medan, Sumatera Utara, Rabu 17 September. Rumah itu digerebek sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari penggerebekan, polisi menangkap BH. Dalam rumah itu didapati 16 paket sabu siap edar seberat 16 kilogram.


BNN menunjukan barang bukti sabu yang disita dan tersangka. Foto: Arga Sumantri/Metrotvnews.com.

Kepada petugas, BH bercerita kalau dirinya ditelepon seseorang tidak dikenal, pada Selasa 13 September malam. Orang itu meminta BH mengambil sabu di sekitar rel kereta api Pondok Kelapa, Medan. Sabu diletakkan di atas mobil pick up. BH kemudian mengambil narkotika tersebut dan membawanya ke sebuah rumah di bilangan Setia Luhur, Medan Helvitea, Sumatera Utara.

"Tersangka BH ini kemudian menyimpannya di dalam salah satu kamar rumah tersebut," ujar Waseso.

'Nyanyian' BH jadi bahan petugas melakukan pengembangan. Hasilnya, satu orang lainnya yang diduga meminta BH mengambil sabu tersebut, dicokok BNN. Pelaku berinisial RP itu dicokok di sebuah hotel di kawasan Medan, pada Rabu 14 September.

"RP diduga sebagai pengendali. Dan merupakan bagian dari jaringan sindikat narkotika ini," tambah Waseso.

Kedua tersangka lalu digiring ke kantor BNN Pusat di Cawang, Jakarta Timur guna menelusuri jaringan lainnya.

BNN menjerat para tersangka dengan Pasal 114 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1, Pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya, maksimal pidana mati.


(AZF)

Video /