Presiden Instruksikan Polri Terus Perbaiki Diri

Lukman Diah Sari    •    Senin, 10 Jul 2017 11:13 WIB
polrihut polri
Presiden Instruksikan Polri Terus Perbaiki Diri
Presiden Joko Widodo di peringatan HUT ke-71 Polri. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta Polri terus membenahi diri. Korps Bhayangkara harus memperbaiki manajemen internal dengan menekan budaya negatif, seperti korupsi, kekerasan, dan arogansi.

"Optimalkan modernisasi dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik," kata Presiden dalam amanatnya di peringatan HUT ke-71 Bhayangkara di Lapangan Silang Monas, Senin 10 Juli 2017.

Menurut dia, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan anak buahnya harus meningkatkan kerja sama dengan semua elemen pemerintah serta masyarakat. Komunikasi dan koordinasi harus terus ditingkatkan. 

Presiden mengapresiasi kinerja Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada Ramadan hingga Lebaran 2017. Dia menilai, masyarakat merasa aman dalam menjalankan aktivitas selama Ramadan.  

"Lalu lintas mudik Lebaran lancar, kecelakaan lalu lintas turun drastis, dan harga kebutuhan pokok juga stabil," kata mantan Gubernur DKI itu. 

Jokowi beranggapan, dalam usia ke-71 tahun, Polri sudah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan integritas tinggi dalam mendukung perwujudan pembangunan nasional dan pemerataan ekonomi berkeadilan. Polri mampu mewujudkan kamtibmas, mencegah konflik, menjaga demonstrasi, menangani terorisme, memberantas narkoba, menekan angka kejahatan, hingga menjaga kelancaran lalu lintas. 

"Polri juga berhasil mengamankan agenda politik pilkada serentak 2017," ujar dia. 

Namun, Presiden mengingatkan, keberhasilan Polri terwujud dari kerja sama dengan banyak elemen masyarakat. Kini, kata Jokowi, dukungan seluruh elemen makin dibutuhkan Polri lantaran tantangan ke depan makin beragam. 

Baca: Selamat HUT Bhayangkara ke-70

"Fenomena globalisasi, demokratisasi, dan kemajuan teknologi informasi pasti mempengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat. Seperti meningkatnya kejahatan transnasional, khususnya terorisme," papar Jokowi. 

Tak hanya itu, perdagangan narkoba hingga manusia dan penyelundupan senjata jadi tantangan berat Polri ke depan. Pasalnya, kata Presiden, kejahatan ini merusak dan mengancam masa depan Indonesia. 

Baca: HUT Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi Polri

Kejahatan siber hingga potensi konflik horizonal maupun vertikal juga isu terkait RAS bakal semakin santer. Polri pun harus berkonsentrasi untuk mengamankan pilkada 2018 dan pemilu 2019. Presiden pun berharap Polri bisa menjaga kebinekaan, persatuan, dan kesatuan bangsa. 


(OGI)

KPK Kantongi Bukti Baru Kasus Novanto

KPK Kantongi Bukti Baru Kasus Novanto

24 minutes Ago

KPK menyatakan telah mengantongi bukti baru dari tersangka kasus korupsi KTP-el, Setya Novanto.

BERITA LAINNYA