KPK Menyelisik Peran Petinggi Transmart

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 25 Sep 2017 10:09 WIB
ott kpk
KPK Menyelisik Peran Petinggi Transmart
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang/MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelisik peran pihak lain dalam kasus suap yang melibatkan Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi. Salah satu yang sedang 'dipelototi' ialah petinggi Transmart.

"Kita dalami seperti apa kelanjutannya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Senin 25 September 2017.

Saut belum mau berkomentar lebih jauh saat disinggung apakah bos Transmart mengatahui rentetan suap tersebut. Dia hanya menjelaskan, penyidik akan menindaklanjuti semua informasi maupun bukti mengarah adanya keterlibatan pihak Transmart dalam kasus tersebut.

"Penyidik akan menindaklanjuti sejauh apa peran setiap pihak yang disebut nanti kita dalami lebih dahulu," ucap dia.

KPK resmi menetapkan Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan kawasan industri di wilayah Cilegon. Selain Iman, KPK juga menetapkan lima tersangka lain, yakni Kepala BPTPM Kota Cilegon, Ahmad Dita Prawira; pihak swasta, Hendry; Dirut PT KIEC, Tubagus Donny Sugihmukti.

Legal Manager PT KIEC Eka Wandoro; dan Project Manager PT BA Bayu Dwinanto Utomo juga telah menyandang status tersangka. Keenam tersangka terjaring OTT KPK, Jumat 22 September hingga Sabtu 23 September 2017 dini hari.

Iman diduga kuat menerima suap Rp1,5 miliar untuk memuluskan proses perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Transmart yang akan dibangun di Lapangan Sumampir, Jalan Yasin Beji, Kebon Dalem, Kota Cilegon. Transaksi suap menggunakan modus baru.

Penyuap, yakni PT KIEC dan PT BA, memberikan uang ke Iman melalui dana CSR pada Cilegon United Football Club. Saat penangkapan, penyidik menyita uang tunai Rp1,125 miliar dari perjanjian Rp1,5 miliar.

Iman dan Ahmad Dita sebagai penerima dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Hendry, Tubagus Donny, Eka Wandoro dan Bayu Dwinanto sebagai penyuap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 


(OJE)