Kemenag: First Travel tak Pernah Beri Data Jemaah Sebelum Terbang

Arga sumantri    •    Minggu, 13 Aug 2017 07:13 WIB
ibadah umrah
Kemenag: First Travel tak Pernah Beri Data Jemaah Sebelum Terbang
Suasana kantor First Travel saat pembayaran biaya tambahan, Jumat 21 April 2017. Foto-foto: Metrotvnews.com/Arga

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) mengaku sudah empat kali melakukan mediasi dengan pihak biro perjalanan umarah First Travel sejak 2016. Selama kurun waktu itu pula First Travel tak pernah bisa memberikan data pasti jumlah jemaah yang belum diberangkatkan.

"Kami sampai hari ini tidak memiliki data pasti berapa (yang belum diberangkatkan umrah). Kecuali yang sudah berangkat," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenag, Mastuki HS di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 12 Agustus 2017.

Mastuki mengatakan, sejak mulai beroperasi tujuh tahun silam, tercatat ada sekitar 50 ribuan jemaah yang sudah diberangkatkan First Travel. Data itu hasil laporan rutin First Travel kepada Kemenag setiap tahun.

"Jadi misalnya memberangkatkan 10 ribu jemaah, mereka setelah pulang baru dilaporkan ke kita," tutur dia.

Bukan hanya soal berapa jumlah jemaah yang belum berangkat, First Travel juga tak pernah mau membeberkan sistem yang dilakukan. Termasuk, kebijakan mematok harga paket umrah yang murah meriah yang diduga menggunakan sistem ponzi.

"Kita minta segera laporannya sejak empat bulan yang lalu juga. Bukan kami tidak memberikan kesempatan," lanjut dia.

Menurut dirinya, empat kali mediasi sudah lebih dari cukup untuk memberi kesempatan kepada First Travel untuk konsultasi sekaligus mencari solusi. Namun, Kemenag menilai tidak ada itikad baik dari biro perjalanan umrah bertarif murah itu untuk memperbaiki masalah.

"Ketika masih banyak orang yang melaporkan gagal berangkat, ini sudah penelantaran jauh. Maka menurut regulasi yang ada di kami, langsung dicabut izinnya tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu," beber dia.

Kemenag resmi mencabut izin operasi First Travel pada 18 Juli 2017. Saat ini First Travel juga tengah tersandung kasus di kepolisian.


(SCI)