Polisi Minta Masyarakat tak Latah Posting Berbau Kebencian

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 09 Aug 2017 20:09 WIB
ujaran kebencian
Polisi Minta Masyarakat tak Latah Posting Berbau Kebencian
ILUSTRASI/Warga mengamati sosial media tentang Pilkada DKI di Jakarta, Kamis (1/12). MI/ARYA MANGGALA

Metrotvnews.com, Jakarta: Sri Rahayu Ningsih, 32, terduga pelaku ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial (medsos) membantah memiliki niat menghina Presiden Joko Widodo, etnis maupun kelompok tertentu. Dia berkelit, postingan itu tidak sengaja diunggah di akun Facebooknya.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan proses hukum terhadap Sri terus berjalan, sekalipun yang bersangkutan tidak mau mengakui perbuatannya.

"Kita terpaksa harus menegakkan hukum untuk dikenakan undang-undang ITE walaupun yang bersangkutan merasa tidak tahu tidak punya niat, tapi dengan dia memposting itu sebenarnya dia sudah tahu apa yang dia lakukan," kata Setyo di Komplek PTIK, Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Belajar dari kasus Sri, Setyo mengingatkan masyarakat tidak latah memposting hal-hal yang berbau kebencian apa lagi penghinaan. Warga diminta lebih cerdas dalam menggunakan media sosial.

"Sekali lagi saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar secara bijak menggunakan media sosial, jangan terlalu mudah untuk memencet-mencet," ujarnya.

Jika belum atau tidak paham dengan isi konten, kata Setyo, warga sebaiknya menahan diri. Dia mengingatkan kembali ancaman hukuman bagi seseorang yang mengunggah postingan berisi ujaran kebencian.

"Tapi kalau mencet-mencet enggak ngerti isinya sehingga mengakibatkan kerugian bagi dirinya sendiri dan orang lain itu ada ancaman hukumannya," pungkas dia.


(LDS)