Ratusan Calon Haji Polisikan First Travel

Deny Irwanto    •    Kamis, 10 Aug 2017 16:23 WIB
penipuanibadah umrah
Ratusan Calon Haji <i>Polisikan</i> First Travel
Fisrt Travel/ANT/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratusan calon haji mempolisikan pihak First Travel ke Polda Metro Jaya. Pelaporan dibuat perwakilan calon haji yang merasa dirugikan.

Perwakilan jemaah, Pramana Syamsul Ikbar, mengaku mendapat ratusan surat kuasa dari jemaah untuk melaporkan pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan.

"Total surat kuasa jemaah yang mengkuasakan ke saya ada 250-an," kata Pramana di Mapolda Metro Jaya, Kamis 10 Agustus 2017.

Pramana menjelaskan, ratusan orang itu berasal dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. "Kebetulan saya sendiri jemaah, bersama keluarga saya 19 orang," kata Pramana yang pegawai Kejaksaan tersebut.

Baca: Pemilik First Travel Ditahan

Pantauan Metrotvnews.com, sekitar pukul 15.20 WIB proses pelaporan masih dilakukan Pramana. Dia berharap laporan tersebut diterima oleh Polda Metro Jaya.

Pramana baru mengetahui penangkapan Aniesa dan Andika oleh Bareskrim Polri. Dia berharap polisi dapat mengusut tuntas kerugian jamaah.

Selain itu, dia juga berharap dapat ganti rugi bersama jemaah lainnya. Dari semua jemaah yang diwakili Pramana, total kerugian ditaksir mencapai Rp3,8 miliar.

"Dan sampai saat ini masih banyak berdatangan surat kuasa. Sudah saya inventarisir ada seribuan dan akan disusulkan ke Polda Metro Jaya," ungkap Pramana.



Penyidik masih memeriksa pemilik jasa umrah First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Hery Rudolf Nahak menuturkan, keduanya dilaporkan terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Andika dan Anniesa menawarkan memberangkatkan umrah dengan harga murah melalui agen.

Nantinya, agen bakal mencari dan merekrut calon jemaah. Tapi, proses pemberangkatan tidak berjalan mulus.

Dari dugaan penipuan ini, First Travel meraup untung besar. Dalam paket promo umrah, perusahaan itu mematok sekitar Rp14 juta pada calon jemaah. Sementara yang mendaftar paket tersebut ada ribuan calon melalui agen First Travel.

Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan ditangkap di kompleks perkantoran Kementerian Agama RI pada Rabu 8 Agustus 2017 pukul 14.00 WIB. Suami istri tersebut ditangkap setelah Bareskrim memeriksa 11 saksi yang terdiri dari agen dan calon jemaah.


(YDH)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

3 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA