MAKI akan Ajukan Izin Buka Rekaman Pemeriksaan Miryam

   •    Jumat, 16 Jun 2017 16:05 WIB
angket kpk
MAKI akan Ajukan Izin Buka Rekaman Pemeriksaan Miryam
/Reno Esnir/

Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) akan mengajukan izin, agar KPK menyerahkan salinan rekaman pemeriksaan Miryam S Haryani. Pemohonan izin akan diajukan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Hari ini MAKI telah selesai menyusun materi permohonan izin kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada Antara melalui pesan singkatnya, Jumat 16 Juni 2017.

Izin pengadilan diperlukan untuk solusi perdebatan, boleh tidaknya rekaman tersebut dibuka di depan rapat terbuka Pansus Hak Angket DPR. Dia mengungkapkan permohonan ini akan didaftarkan, Senin 19 Juni 2017.

MAKI mengajukan permohonan ini dengan alasan, pertama, Pansus Hak Angket DPR dalam melakukan kegiatan berdasar klaim kewenangannya berencana memanggil KPK untuk meminta keterangan. Terkait isi materi pemeriksaan, saksi Miryam S Haryani yang didalamnya menyebut adanya penekanan oleh anggota DPR
kepada Miryam. Pemanggilan KPK oleh Pansus Hak Angket DPR ini disertai ancaman pemanggilan paksa.

Kedua, bahwa permintaan Pansus Hak Angket DPR kepada KPK didasarkan dari keterangan Novel Baswedan, ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Intinya menerangkan adanya tekanan kepada Miryam S Haryani dari anggota DPR untuk tidak memberikan keterangan yang benar.

Ketiga, bahwa Pansus Hak Angket DPR meminta KPK membuka rekaman atau memperdengarkan rekaman berisi materi pemeriksaan saksi Miryam S Haryani. Di dalam rekaman tersebut menyebut adanya penekanan oleh anggota DPR kepada Miryam pada rapat Rapat Terbuka Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Kinerja KPK
2017.

Keempat, KPK menyatakan keberatan untuk menyampaikan isi materi pemeriksaan saksi Miryam, yang didalamnya menyebut adanya penekanan oleh anggota DPR kepada Miryam S Haryani dengan alasan akan melanggar hukum.

Kelima, bahwa KPK hanya bersedia membuka materi pemeriksaan saksi Miryam yang didalamnya menyebut adanya penekanan oleh anggota DPR kepada Miryam didalam persidangan pengadilan yang berwenang untuk itu.

Keenam, bahwa permohonan ini didasari pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah adanya LSM yang hanya membabi-buta membela KPK karena adanya hubungan istimewa atau terdapat pernyataan bahwa LSM menerima uang dari KPK untuk pencitraan KPK.

Pernyataan ini harus dibuktikan Pemohon (MAKI), KPK, Pansus Hak Angket DPR dan Fahri Hamzah Ketujuh. Bahwa diperlukan izin dari Pengadilan untuk membuka atau memperdengarkan rekaman pemeriksaan saksi Miryam yang didalamnya menyebut adanya penekanan oleh anggota DPR kepada Miryam dihadapan rapat terbuka Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Kinerja KPK.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, MAKI mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, untuk berkenan memeriksa. Selanjutnya memutus memberikan izin kepada KPK untuk menyerahkan Salinan Barang Bukti Rekaman Pemeriksaan Miryam S Haryani sebagai Saksi oleh KPK kepada Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Kinerja KPK 2017.


(YDH)

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

1 hour Ago

Azmin akan menjadi saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiha…

BERITA LAINNYA