Sumber Dana Saracen Dikuliti

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 29 Aug 2017 16:44 WIB
ujaran kebencianhoax
Sumber Dana Saracen Dikuliti
Ilustrasi pelaku kejahatan siber. Foto: MTVN/Rizal.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sumber dana grup Saracen dikuliti polisi. Mereka mengincar pemesan ujaran kebencian dan hoaks di media sosial kepada Saracen. 

Penyidik Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dengan begitu, aliran dana yang keluar-masuk di grup penebar kebencian itu diketahui. 

"Kita akan telusuri ke belakang kaitan dengan pendanaan, kerja sama, sumber anggaran dan lain-lain," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 29 Agustus 2017.

Menurut dia, Korps Bhayangkara juga mendalami sepak terjang dari Seracen. Peran dari masing-masing tersangka dan kelompok yang terafiliasi dengan Saracen dibuka perlahan-lahan. 

"Bukan tidak mungkin, ke depan mereka akan mendapatkan pesanan-pesanan tertentu sesuai dengan profesi yang mereka geluti," papar dia. 

Baca: Polisi Belum Minta PPATK Usut Aliran Dana Saracen

Saracen, kata dia, jelas-jelas melanggar hukum dengan membuat konten berisi fitnah, hoaks, ataupun ujaran kebencian. "Dan ini melanggar Undang-Undang ITE," ucap  jenderal bintang satu ini.

Seiring dengan tertangkapnya pengelola Saracen, pengikut mereka di dunia maya pun kian berkurang. Pengikut Saracen diharap telah sadar bila grup diikutinya bukan berisi hal yang baik. 

"Jadi konteksnya Seracen ini adalah grup Facebook dan portal berita. Grup Facebook yang dipimpin oleh JAS menawarkan pekerjaan sebagai ahli IT khususnya bidang medsos, untuk tujuan-tujuan tertentu," jelas dia.


(OGI)