Petinggi Tim Pemenangan Prabowo Diperiksa Senin

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 12 Oct 2018 16:33 WIB
Kabar Ratna Dianiaya
Petinggi Tim Pemenangan Prabowo Diperiksa Senin
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang, dipanggil Polda Metro Jaya. Dia bakal diperiksa atas kasus kebohongan Ratna Sarumpaet, eks juru kampanye nasional Prabowo-Sandi.

"Agenda (pemeriksaan) Senin (15 Oktober 2018). Dari penyidik, hari ini melayang‎kan surat panggilan kepada Ibu Nanik. Dia akan diperiksa pada pukul 13.00 WIB," kata K‎abid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono‎ di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018.

Menurut dia, Nanik akan dikorek karena sempat memberitahukan bila Ratna Sarumpaet dianiaya. Atas dasar itu, penyidik Direktorat Kriminal Umum (‎Ditkrimum) ingin menggali informasinya lebih dalam.

"Dia yang memberitahukan kepada Prabowo. Ini akan kita gali keterangannya seperti apa dari Nanik," tukas dia.

Sementara itu, penyidik ‎Ditkrimum telah memeriksa‎ Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais‎ dan Plt Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Asiantoro. Keterangan ‎Dokter RSK Bina Estetika Sidik Setiamihardja dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal‎ juga sudah dikorek.

Baca: Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Pemilu atas Kebohongan Ratna

Ratna ditangkap polisi pada Kamis, 4 Oktober 2018 malam, di Bandara Soekarno Hatta, Banten, ketika hendak terbang ke Chile. Ratna adalah tersangka atas kasus informasi bohong soal penganiayaannya.

Dia disangkakan dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia terancam hukuman 10 tahun penjara.




(OGI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA