Hadiah untuk Pelapor Memudahkan Penegak Hukum

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 12 Oct 2018 18:15 WIB
kasus korupsi
Hadiah untuk Pelapor Memudahkan Penegak Hukum
Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Jakarta: Jaksa Agung M Prasetyo merespons positif Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi. Hadiah bagi pelapor kasus korupsi yang diatur regulasi itu dianggap membantu penegak hukum.

"Justru memperkuat memberantas korupsi. Itu sangat enak bagi kita untuk membantu kita," kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018. 

Menurut dia, PP itu menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. UU itu mengamanatkan bila masyarakat yang membantu pemberantasan korupsi diberi imbalan. Imbalan, kata Prasetyo, bisa berupa piagam, penghargaan, atau uang. 

"Dalam PP itu dinyatakan bahwa bagi mereka yang berpartisipasi atau berperan untuk bisa mengungkap kasus korupsi diberikan uang atau imbalan kita tunggu saja, seperti apa," ujar dia. 

Baca: PP 43 Terapi Kejut bagi Pejabat

Namun, Prasetyo mengingatkan masyarakat tidak hanya sekadar main lapor. Pelaporan perlu didukung bukti akurat untuk menghindari fitnah.

"Sehingga tugas aparat penegak hukum untuk menggali lebih dalam dan mencari kelengkapan bukti yang diperlukan," beber dia. 





(OGI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA