Polri Pastikan Tito tak Terlibat Kasus Suap Basuki Hariman

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 10 Oct 2018 22:48 WIB
Buku Merah KPK
Polri Pastikan Tito tak Terlibat Kasus Suap Basuki Hariman
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. MI/M Irfan.

Jakarta: ‎Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan menegaskan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak terlibat dalam kasus korupsi yang menjerat Dirut CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman. Polisi telah memastikan hal itu kepada Basuki.

"Basuki Hariman sudah kita periksa, sudah kita mintai klarifikasinya. Basuki Hariman menyatakan semua yang ia catat dalam buku itu adalah semata-mata untuk kepentingan dirinya, tidak ada urusannya‎ penyerahan uang kepada (Tito) sesuai dalam buku catatan. Itu keterangan Basuki Hariman," ungkap Adi di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 10 Oktober 2018.

Baca: KPK: Tak Ada Nama Kapolri di BAP Basuki Hariman

Kasus Basuki Hariman tertuang dalam buku merah yang saat ini menjadi polemik di kalangan publik. Karena, ada beberapa nama pejabat di beberapa kementerian dan lembaga, termasuk Tito Karnavian yang tercatat menerima uang haram dari Basuki.

Buku merah itu merupakan catatan milik ‎Kumala Dewi Sumartono, staf keuangan CV Sumber Laut Perkasa, perusahaan milik Basuki. Buku itu juga mendata perputaran uang di internal perusahaan.


Terdakwa kasus suap hakim konstitusi Basuki Hariman saat menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 28 Agustus 2017. MI/Arya Manggala.

Peran Kumala, kata Adi, mencatat segala transaksi keuangan atas perintah Basuki.‎ "Jadi buku merah dicatat oleh Kumala Dewi. Jangan artikan orang yang menyerahkan, tapi mencatat. Yang menyuruh mencatat namanya Basuki Hariman," jelas Adi.

‎Seperti diketahui, kasus dugaaan suap Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman ke beberapa nama kembali mencuat setelah adanya pemberitaan dari website Indonesia Leaks.

Baca: KPK Eksaminasi Kasus Penyobekan Buku Merah

Dalam laporan itu, disebutkan ada buku catatan keuangan bersampul merah yang diduga memuat aliran dana dana dari Basuki kepada sejumlah orang. Salah satu nama yang disebut-sebut tercantum di dalamnya adalah Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Nama Tito disebut menerima uang ketika masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.
 
Laporan Indonesia Leaks juga menyebutkan buku bersampul merah itu diduga dirusak oleh dua penyidik KPK. Mereka adalah AKBP Roland Rolandy dan Kompol Harun, namun keduanya kini telah ditarik kembali ke Polri sehingga KPK kesulitan memeriksa kedua orang itu.



(DRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA