Pihak UGM Diperiksa soal Kasus Pemerkosaan

Sunnaholomi Halakrispen    •    Selasa, 13 Nov 2018 21:54 WIB
pemerkosaan
Pihak UGM Diperiksa soal Kasus Pemerkosaan
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Jakarta: Polri turun tangan di kasus pemerkosaan mahasiswi Universita Gajah Mada (UGM). Pengusutan dimulai dengan meminta keterangan pihak kampus. 

"Sekarang sedang didalami oleh penyidik Polda Yogyakarta untuk minta keterangan kepada yang bersangkutan (pihak UGM)," kata Kadiv Humas Polri Setyo Wasisto di kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 13 November 2018.

Setyo tak memerinci saksi yang diperiksa dari pihak kampus UGM. Yang jelas, keterangan pihak kampus diperlukan guna membangun konstruksi kasus pemerkosaan tersebut. 

"Karena masih belum kelihatan dan semoga alat bukti yang sah sesuai Pasal 184 KUHAP bisa terpenuhi," ujarnya.

Polisi juga akan meminta keterangan korban dalam waktu dekat. Setelah itu, polisi akan menjadwalkan memeriksa pelaku. "Korban dalam waktu dekat akan dimintai keterangan, didampingi oleh orang-orang yang ditunjuk untuk mendampingi, misalnya penasehat hukum atau psikolog," imbuh Setyo.

Pengusutan kasus ini diyakini Setyo cukup rumit. Pasalnya, insiden pemerkosaan terjadi sudah lama. Penyidik harus berusaha keras mencari alat bukti. 

"Alat bukti bisa macam-macam, ada cairan tubuh, luka-luka, barang-barang yang rusak seperti baju sobek, baju kancingnya putus," ucap Setyo

Mahasiswi UGM berinisial AN diperkosa teman sekampusnya, HS pada 2017. Insiden terjadi saat korban dan pelaku melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku. Kasus itu terungkap dalam laporan Badan Penerbitan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM.
 
Kasus pemerkosaan mendapat sorotan civitas akademika UGM. Puluhan mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UGM sempat menggelar aksi dukungan kepada AN, Kamis, 8 November 2018.



(AGA)