Saksi Ahli Kasus Jessica Merasa Diadu Domba di Sidang

Arga sumantri    •    Rabu, 21 Sep 2016 03:42 WIB
kematian mirna
Saksi Ahli Kasus Jessica Merasa Diadu Domba di Sidang
Saksi ahli yang dihadirkan Jaksa, Ronny Nitibaskara (kiri) dan Sarlito Wirawan (tengah) dalam konfrensi pers - MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Dua saksi ahli yang pernah dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang Jessica Kumala Wongso merasa diadu domba oleh tim penasehat hukum. Sebab, sejumlah ahli yang dihadirkan kubu Jessica diarahkan untuk mematahkan argumentasi para ahli kubu jaksa.

Salah satu ahli yang dihadirkan jaksa, Sarlito Wirawan mengungkapkan, sangat merasakan adanya unsur adu domba dalam persidangan. Sebab, pengacara Jessica lebih sering mengonfrontir keterangan dia dan sejumlah ahli yang dihadirkan jaksa.

"Sidang kemarin itu cuma mengadu domba antara ahli. Penasehat hukum bukan adu argumentasi tapi adu domba. Pendapatnya ahli Ronny dengan Eva (ahli kubu Jessica), diadu. Saya dengan Agus juga diadu," kata Sarlito saat menggelar jumpa pers di Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).

Sarlito mengaku kecewa dengan jalannya persidangan. Lantaran, persidangan yang disiarkan langsung televisi swasta nasional satu hari penuh itu tidak begitu etis.

"Tidak etis jika ditonton dan disiarkan ke seluruh Indonesia. Mana ada sidang seperti ini? Seharusnya hanya terbuka pada pengunjung sidang saja," ungkap Sarlito.

Senada dengan Sarlito, Guru Besar Kriminologi dan Antropologi Universitas Indonesia, Ronny Nitibaskara juga merasa diadu domba. Ronny merupakan ahli yang dihadirkan jaksa pada sidang Kamis 1 September.

"Kuasa hukum mengarahkan supaya Eva (ahli kubu Jessica) againts saya. Saya rasakan betul. Saya adalah guru besar kriminologi pertama yang dihasilkan Universitas Indonesia," ungkap Ronny.

Sebelumnya diketahui, sidang ke-22 kasus Mirna menghadirkan tiga saksi ahli yang dihadirkan tim pengacara Jessica. dua saksi merupakan ahli psikologi Universitas Indonesi, Dewi Taviana Haroen dan Agus Mauludi. Satu saksi lain yang dihadirkan yakni Ahli Kriminologi Universitas Indonesia, Eva Achjani Zulfa.

Dalam kesaksiannya, Dewi dan Agus seolah mematahkan keterangan ahli psikologi sebelumnya yakni Antonia Ratih Anjayani dan Sarlito. Sementara, Eva, banyak mematahkan keterangan Ronny Nitibaskara. Salah satu yang jadi bahasan Eva yakni landasan Ronny dalam menyimpulkan perilaku Jessica berdasarkan seni membaca wajah alias fisiognomi.

Menurut Eva teori itu sudah usang dan tidak lagi dipakai dalam menyimpulkan suatu perilaku. Eva juga tak sepakat dengan teori gestur yang digunakan Ronny dalam mendeskripsikan sosok Jessica. Sebab, teori gestur mestinya diungkapkan seorang psikolog.


(REN)

Ahok: Besok Nusron Umumkan Tim Pemenangan
Pilkada Serentak 2017

Ahok: Besok Nusron Umumkan Tim Pemenangan

21 minutes Ago

Sejauh ini nama kuat yang akan menjadi pimpinan tim sukses Ahok-Djarot adalah Prasetio Edi Mars…

BERITA LAINNYA
Video /