Bupati Indramayu Diperiksa terkait Rohadi

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 20 Sep 2016 22:59 WIB
kasus korupsi
Bupati Indramayu Diperiksa terkait Rohadi
Bupati Indramayu Anna Sophanah

Metrotvnews.com, Jakarta: Bupati Indramayu Anna Sophanah menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia diperiksa terkait kasus tindak pidana pencucian uang yang menjerat Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi.

Anna enggan banyak bicara soal perkara yang menjerat Panitera tajir itu. Dia mengaku sudah menjelaskan segala yang diketahuinya kepada Lembaga Antikorupsi.

"Tanya ke penyidik saja," kata Anna di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa menjelaskan, pemeriksaan dilakukan untuk mendalami 'permainan' Rohadi. "Penyidik masih fokus TPPU tersangka R (Rohadi)," jelas Priharsa.

Diketahui, Rohadi resmi menjadi tersangka pencucian uang pada 31 Agustus lalu. Hal ini merupakan pengembangan penyidikan terhadap kasus penerimaan gratifikasi yang sudah menjeratnya lebih dahulu.

Dia diduga berusaha mentransfer, mengalihkan, mengubah bentuk, kekayaannya yang diduga hasil korupsi. Tujuannya, untuk menyamarkan asal-usul sumber lokasi peruntukan, hak-hak atau kepemilikannya harta 'haramnya'.

KPK sudah menyita belasan kendaraan milik Rohadi, termasuk ambulans. Lembaga Antikorupsi juga berencana menyita rumah sakit miliknya di Indramayu yang diduga dibangun dengan uang bermasalah.

Panitera dengan harta berlimpah ini pun kena jerat hukum. Dia disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Rohadi ditangkap KPK pada Rabu 15 Juni lalu. Dia terjerat dalam operasi tangkap tangan bersama Samsul Hidayatullah, kakak kandung Pedangdut Saipul Jamil, serta dua pengacara Saipul: Berthanatalia Ruruk Kariman dan Kasman Sangaji.

Mereka dicokok lantaran telah bertransaksi suap untuk mengurangi hukuman buat Saipul. Saat menangkap Rohadi, KPK menyita Rp250 juta yang diduga berasal dari Saipul. Uang itu diduga bagian dari Rp500 juta yang dijanjikan dalam suap ini.

Sementara, sehari sebelum OTT, Saipul baru saja dijatuhi vonis tiga tahun penjara oleh PN Jakut dalam perkara pencabulan. Vonis itu jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni tujuh tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Di luar uang Rp250 juta, KPK menemukan duit Rp700 juta di mobil Rohadi. Asal-usul fulus itu masih didalam KPK dan diduga berasal dari perkara lain yang 'dimainkan' Rohadi.

Rohadi pun dijadikan tersangka penerima suap. Dia disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagai diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, Berthanatalia, Kasman, dan Samsul yang jadi tersangka pemberi suap kena pasal berbeda. Ketiganya dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


(REN)

Video /