Prasetyo Sebut Sudah Ada Tersangka Kasus Ancaman terhadap Jaksa

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 16 Jun 2017 15:48 WIB
hukum
Prasetyo Sebut Sudah Ada Tersangka Kasus Ancaman terhadap Jaksa
Jaksa Agung M. Prasetyo. Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaksa Agung M. Prasetyo menyebut penyidik Badan Reserse dan Kriminal sudah menetapkan tersangka kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat terhadap Jaksa Yulianto. Terlapor dalam kasus ini adalah Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

"Sekarang sudah tersangka, karena sudah ditingkatkan ke tersangka," kata Prasetyo di kantor Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 16 Juni 2017.

Prasetyo menyampaikan, Kejaksaan Agung menunggu proses penyidik di Direktorat Siber Bareskrim. Hasil penyidikan akan diserahkan ke penuntut umum untuk diteliti memenuhi syarat atau tidak.

Yulianto melaporkan Hary ke Bareskrim dengan dugaan mengancam melalui pesan singkat. Dia mengaku menerima tiga pesan singkat. Yulianto menduga, pesan singkat itu berkaitan dengan pengusutan kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 Telecom.

Hary Tanoe diduga mengirim pesan pertama pada 5 Januari 2016 sekitar pukul 16.30 WIB.

Isinya, "Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena yang transaksional yang suka abuse of power. Catat omongan saya, saya pasti memimpin negeri ini. Itulah saatnya Indonesia dibersihkan."

Pesan singkat kedua melalui aplikasi WhatsApp dikirim diduga oleh Hary Tanoe pada 7 Januari 2016. "Kasian rakyat yang miskin makin banyak. Sementara negara lain berkembang dan semakin maju," bunyi pesan singkat itu.

Pada 9 Januari 2017, nomor yang sama kembali mengirimkan pesan. Si pengirim pesan membantah terkait masalah di Mobile 8.

"Saya sebenarnya tidak ada urusan dengan Mobile 8 karena ini urusan operasional yang merupakan tanggung jawab direksi. Tapi karena penyidikannya diotak-atik diarahkan kepada saya, maka saya coba mendalami."

Hary mengakui sebagai pengirim pesan singkat yang dilaporkan Yulianto ke polisi. Tapi, menurut dia, isi pesan singkat tersebut tidak mengancam Yulianto. Dia mengaku hanya mengkritisi kinerja penegak hukum.

"SMS ini tujuannya menunjukkan satu hal yang ironis, saya berjuang dengan segala pengorbanan di politik, di mana kemudian disangkut pautkan dengan kasus Mobile-8 yang sebenarnya bukan kasus," ujar Hary.


(TRK)

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

1 hour Ago

Azmin akan menjadi saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiha…

BERITA LAINNYA