Kuasa Hukum Miryam Sebut BAP Bukan Alat Bukti

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 19 May 2017 18:52 WIB
korupsi e-ktp
Kuasa Hukum Miryam Sebut BAP Bukan Alat Bukti
Tersangka pemberi keterangan palsu dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012, Miryam S Haryani. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Tim Kuasa Hukum Miryam S. Haryani, Heru Andeska menyebut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tidak bisa menjadi bukti untuk mendakwa kliennya. Sebab dalam BAP, Miryam tidak disumpah sebelum memberikan keterangan.

"BAP yang tidak di bawah sumpah itu tidak punya nilai pembuktian," kata Heru usai sidang praperadilan pembacaan kesimpulan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat 19 Mei 2017.

Dengan argumen itu, Heru berharap Majelis Hakim untuk menganulir BAP sebagai bukti KPK menjerat Miryam. Tim Miryam berharap majelis mengabulkan permohonan praperadilan.

Terlebih kata Heru, saksi ahli dari pihaknya yakni Chairil Huda dan Mudzakir telah memberikan keterangan terkait BAP ini. Menurut mereka berkas tersebut tidak bisa dijadikan bukti apabila telah dicabut.

"Saksi ahli kami yaitu Chairil Huda dan Mudzakir mengatakan BAP yang sudah dicabut itu tidak bisa dijadikan alat bukti," katanya.

Sementara itu Anggota Tim Biro Hukum KPK, Juliandi Tigor Simanjuntak menyebut BAP adalah dokumen yang sah dan mempunyai legalitas. Hal ini tertuang dalam Pasal 184 KUHAP terkait keterangan saksi.

"BAP itu kan jelas bukti berupa surat dan bisa jadi dasar sebagai bukti permulaan," sebut Juliandi.

Ia menampik pernyataan kuasa Hukum Miryam yang menyebut pihaknya tak memiliki bukti cukup. Menurutnya keterangan tersangka KTP-elektronik, Sugiharto dan Irman, serta BAP dan dokumen lain sudah sangat cukup.

"Faktanya kesimpulan yang kami sampaikan kami sudah mematahkan semua dalil pemohon sebagai permohonan," pungkas Juliandi.


(SUR)

KPK Periksa Istri Novanto Senin Depan

KPK Periksa Istri Novanto Senin Depan

1 hour Ago

Deisti diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharj…

BERITA LAINNYA