Alasan Aliran Dana First Travel tak Dibeberkan

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 11 Aug 2017 17:24 WIB
penipuanibadah umrah
Alasan Aliran Dana First Travel tak Dibeberkan
Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul. Foto: MTVN/Arga Sumantri.

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi enggan mengungkap aliran miliaran rupiah dari First Travel yang berasal dari kocek calon jemaah umrah. Salah satu pertimbangannya, untuk menghindari adanya persekusi terhadap pihak-pihak tertentu yang diduga menerima aliran dana.

"Nanti itu akan berakibat kepada adanya upaya-upaya main hakim sendiri yang dilakukan oleh korban atau adanya upaya-upaya untuk melakukan upaya di luar hukum terhadap apa yang ditunjuk ini," kata Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 11 Agustus 2017.

Menurut dia, masyarakat perlu memahami, upaya penegakan hukum harus menggunakan cara-cara sesuai prosedur. Prinsipnya, penelusuran aliran dana adalah substansi penyelidikan yang sudah pasti dilakukan.

Baca: Kabareskrim: Promo Umrah First Travel tak Masuk Akal

Bersamaan dengan itu, tindakan polisi untuk menyita bukti-bukti yang kemungkinan berupa aset bakal terus dilakukan. Tapi, masalah pengembalian ganti rugi, tak bisa diakomodasi Polri. Penyitaan aset, kata dia, bertujuan untuk mendalami dugaan penipuan dari 2 tersangka di kasus ini.

"Bila kita menyita uang nanti kemudian kita menyerahkan kepada calon jemaah yang setelah menyetor tentu tidak dibenarkan," sebut Martinus.

Aset akan dijadikan sebagai barang bukti untuk menjerat pelaku, dan melengkapi proses hukum. "Dalam prosesnya pengadilanlah yang memberikan sebuah putusan terhadap aset-aset yang disita ini," pungkas dia.

Baca: Bareskrim Mengindikasikan Adanya Tersangka Baru Kasus First Travel

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan yang merupakan direktur utama dan direktur PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel). Penangkapan ini didasari laporan agen dan calon jemaah dengan delik penipuan yang diduga dilakukan direksi First Travel.

Polisi pun menyita lima rekening perusahaan biro perjalanan umrah itu. Isi rekening jenis usaha yang tergolong besar itu ternyata tak banyak. Padahal, First Travel menawarkan paket promo umrah ke Tanah Suci dengan harga Rp14,3 juta dan ikuti banyak orang.

"Isinya cuma sedikit. Salah satunya hanya tinggal Rp1,3 juta," kata Martinus, Kamis 10 Agustus 2017.


(OGI)