KPK Periksa Dua Tersangka 'Penyelamatan' Novanto Besok

Arga sumantri    •    Kamis, 11 Jan 2018 14:37 WIB
korupsi e-ktp
KPK Periksa Dua Tersangka 'Penyelamatan' Novanto Besok
Ilustrasi KPK - MI

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa dua tersangka kasus dugaan merintangi proses hukum Setya Novanto besok. Keduanya yakni Fredrich Yunadi, mantan kuasa hukum Setya Novanto dan Bimanesh Sutarjo, dokter RS Medika Permata Hijau.

"Suratnya sudah disampaikan tanggal 9 Januari. Artinya kami harap dua orang ini bisa datang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

Febri berharap Fredrich dan Bimanesh kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik. Kalau memang ada keberatan dari proses hukum yang berjalan, kata Febri, bisa disampaikan langsung dalam proses pemeriksaan besok. 

"Jika ada bantahan, sampaikan saja pada penyidik, saya kira itu akan lebih positif agar proses hukum berjalan lancar," tutur Febri.

(Baca juga: Skenario Fredrich Yunadi untuk Selamatkan Novanto)

Besok merupakan pemeriksaan perdana keduanya sebagai tersangka. Keduanya diduga kuat telah menghalang-halangi proses penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Novanto. 

Fredrich dan Bimanesh dijerat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal itu biasa disematkan terhadap orang yang diduga melalukan upaya obstraction of juctice atau menghalang-halangi proses hukum suatu perkara.

KPK melalui Ditjen Imigrasi juga mencegah keduanya bepergian ke luar negeri per 8 Desember 2017. Pencegahan juga dilakukan untuk ajudan Novanto AKP Reza Pahlevi, M Hilman Mattauch, dan Achmad Rudyansyah.

(Baca juga: KPK Bidik Tersangka Baru Kasus 'Penyelamatan' Novanto)






(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA