KPK Bidik Orang di Sekitar Zumi Zola

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 08 Feb 2018 06:06 WIB
ott anggota dprd jambi
KPK Bidik Orang di Sekitar Zumi Zola
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menepis pihaknya tengah mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang menjerat Gubernur Jambi Zumi Zola.

Namun, saat ini KPK masih fokus mengusut pihak yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami dalami keterlibatan pihak lain tapi kami fokus yang sudah ditetapkan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 7 Februari 2018.

Febri mengatakan, untuk tersangka baru dalam kasus ini, pihaknya berpegang teguh pada fakta dan bukti yang didapat penyidik. Menurut dia, hal itu akan terungkap dalam persidangan tiga tersangka suap proses pengesahan APBD Jambi tahun anggaran 2018.

"Apa akan ada tersangka baru itu sepenuhnya tergantung kecukupan bukti smpai saat ini kita proses tiga orang pelimpahan dalam waktu dekat akan disidang di Februari ini," ujar Febri.

Sebelumnya, KPK tak menepis tengah membidik istri Gubernur Jambi Zumi Zola, Sherrin Thari. Untuk menjerat pihak lain termasuk Sherrin, penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti yang mengarah kepada istri dari orang nomor satu di Jambi tersebut.

"Kalau istri yang bersangkutan ada sangkut pautnya, masih pengembangan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan beberapa waktu lalu.

Tak hanya membidik Sherrin, KPK juga telah mengantongi nama-nama pengusaha yang memberi gratifikasi kepada politikus PAN tersebut. Basaria memastikan, pihak-pihak itu akan dijerat setelah tim kembali dari lokasi penggeledahan.

KPK resmi mengumumkan status tersangka Gubernur Jambi Zumi Zola dan Plt Kadis PUPR Jambi Arfan sebagai tersangka. Keduanya, ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi senilai Rp6 miliar.

Zumi Zola dan Arfan diduga kuat 'memalak' sejumlah pengusaha dengan dalil izin sejumlah proyek di Pemprov Jambi. uang gratifikasi yang diterima dari sejumlah proyek itu disiapkan Zumi Zola sebagai 'uang ketok' agar DPRD Jambi memuluskan APBD Jambi tahun anggaran 2018.

Atas perbuatannya, Zumi Zola dan Arfan disangkakan pasal 12 huruf B Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap pengesahan APBD Provinsi Jambi. Keempat tersangka itu yakni anggota DPRD Provinsi Jambi Supriyono, Plt Sekda Jambi, Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Jambi Arfan, dan Asisten Daerah III Syaifuddin.


(DEN)