Jokowi Sebut Pemeriksaan Novanto Harus Ikuti Aturan

   •    Rabu, 15 Nov 2017 12:22 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Jokowi Sebut Pemeriksaan Novanto Harus Ikuti Aturan
Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Ramdani.

Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut, pemeriksaan Ketua DPR Setya Novanto harus mengikuti regulasi perundang-undangan. Dia menekankan, aturan hukum harus menjadi acuan. 

“Buka undang-undangnya. Aturan mainnya seperti apa, di situlah diikuti,” kata Presiden Joko Widodo usai membuka kongres ke-20 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Manado, Rabu, 15 November 2017.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Novanto, hari ini. Novanto akan dimintai keterangan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP elektronik.

Fredrich Yunadi, kuasa hukum Novanto, mengatakan, kliennya tidak memenuhi panggilan lantaran masih menunggu hasil uji materi Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK di Mahkamah Konstitusi (MK). Surat pemberitahuan ketidakhadiran Novanto diklaim telah dikirimkan kepada KPK.

Ini keempat kalinya Ketua Umum Partai Golkar itu tidak memenuhi panggilan KPK. Dia tiga kali absen sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo dan satu kali sebagai tersangka setelah kembali terjerat kasus itu.

Fredrich pun menyebut, Presiden memiliki tanggung jawab melindungi kliennya. Menurut dia, Jokowi harus memahami setiap keluh kesah rakyatnya, termasuk Novanto.

Baca: Kalla Minta Novanto tak Mengada-ada

"Beliau kan suka mendengar keluhan dari rakyat. Sekarang saya tanya, Pak SN (Setya Novanto) itu rakyat atau bukan? Beliau kan rakyat juga, sebagai kepala parlemen," kata Fredrich.

Tak hanya hak sebagai warga negara, Fredrich juga menyebut kalau Jokowi memiliki kewajiban melindungi hak imunitas Novanto sebagai pimpinan parlemen. Dia menilai siapa pun, termasuk KPK, tidak bisa memanggil kliennya karena menentang konstitusi.

"Sekarang untuk menjaga konstitusi itu merupakan tanggung jawab siapa? Kan juga Presiden dong," ungkap dia.


(OGI)