Bimanesh Ganti Diagnosa Novanto

Faisal Abdalla    •    Jumat, 23 Mar 2018 16:13 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Bimanesh Ganti Diagnosa Novanto
Terdakwa kasus merintangi penyidikan Bimanesh Sutarjo - Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Medika, dr. Michael Chia Cahaya 
mengaku sempat dikira berbohong oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi. Ini lantaran diagnosa pada Setya Novanto berbeda. 

"Sekitar jam 10 malam ada dokter KPK datang menunjukan surat tugas. Ia Menanyakan tentang kondisi pasien (Novanto)," beber Michael saat bersaksi di persidangan kasus merintangi penyidikan korupsi KTP-el dengan terdakwa dokter RS Medika, Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat 23 Maret 2018. 

Novanto saat itu masuk ruang rawat VIP tanpa melalui IGD, sehingga Michael mengaku tak tahu kondisi mantan ketua DPR RI tersebut. Tak mendapat jawaban, dokter KPK lalu meminta Michael membuka data pasien Novanto. 

"Waktu saya tunjukkan di sistem itu tertulis masuknya lewat IGD yang saat itu di bawah pertanggungjawaban saya, dokter KPK lalu bilang saya berbohong," tutur Michael. 

(Baca juga: Bimanesh Tulis Diagnosa Novanto tanpa Pemeriksaan)

Merasa tak berbohong, Michael lantas mendatangi petugas bagian administrasi bernama Gingin. Ia meminta Gingin mengeluarkan berkas rekomendasi rawat inap Novanto. 

"Ternyata surat rekomendasi rawat inapnya di bagian admission tertulis langsung ke dokter Bimanesh, namun diagnosisnya sudah berbeda dengan sebelumnya," pungkas Michael. 

Dia mengaku Bimanesh menuliskan diagnosis Novanto yakni menderita Hipertensi, Diabetes Melitus, dan Vertigo. 

"Saya lihat itu diagnosisnya Hipertensi, Vertigo, Diabetes Melitus pasca CKR (cidera kepala ringan). Saya pikir oh diagnosisnya berubah. Saya tunjukan ke Gingin agar supaya membenarkan data. Saya tidak bohong, itu kesalahan saat memasukan data ke sistem," tukas Michael. 

Michael mengaku tak mau menuruti permintaan mantan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi untuk mengubah diagnosis kliennya. Fredrich meminta diagnosis Novanto kecelakaan. 

Hal itu tak dilakukan sebab tak ingin terlibat dalam skenario tersebut. "Lebih baik saya dipecat dan mencari pekerjaan di tempat lain daripada harus mengubah diagnosis," pungkas Michael. 




(REN)