Kekerasan di Internal Polri Jangan jadi Tradisi

Ilham wibowo    •    Kamis, 29 Mar 2018 14:22 WIB
kekerasan
Kekerasan di Internal Polri Jangan jadi Tradisi
Ilustrasi kekerasan/Medcom.id/Mohammad Rizal

Jakarta: Kepala SDM Polri Irjen Arief Sulistyanto meminta seluruh personel disiplin dalam bertingkah laku baik. Ia tak ingin kekerasan dengan dalih senioritas menjadi tradisi di Korps Bhayangkara.

Arief menyoroti kekerasan personel senior terhadap juniornya di Gorontalo. Video kekerasan tersebut viral di media sosial pada Sabtu, 24 Maret 2018.

"Sudah ditangani dan tiga orang seniornya sudah ditahan. Kemudian sudah diingatkan dengan sanksi tegas jangan sampai nanti jadi tradisi," kata Arief di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Maret 2018.  

Pelaku pengeroyokan diketahui merupakan lulusan Bintara Polri 2016. Sedangkan korbannya Bintara Polri lulusan 2017. Arief tak akan menolernasi personel yang terlibat kekerasan.

Kasus tersebut telah ditangani Divisi Propam. Penyidikan atas kasus dugaan penganiayaan fisik itu telah dilakukan.

Sebelumnya, Karo Penmas Polri Brigjen Mohammad Iqbal menjelaskan peristiwa itu bermula pada Februari 2018  saat salah satu korban sedang live di akun Instagramnya.

"Waktu itu (korban) masih status siswa di Sekolah Polisi Negara (SPN) Karombasan Polda Sulawesi Utara," ujar Iqbal.

Pelaku lalu menyapa korban di live dengan kata 'komandan'. Namun, sapaannya tidak digubris sehingga pelaku sakit hati. Pelaku lalu berencana balas dendam kepada korban.

Pada 10 Maret 2018 malam, pelaku menghubungi korban dan meminta datang ke rumahnya. Pelaku juga meminta korban mengajak beberapa temannya. Saat itu lah korban dan tiga temannya mengalami kekerasan.

"Selanjutnya, keempat korban oleh rekan pelaku lainnya diminta masuk ke kamar dengan alasan akan diberikan pengarahan, namun disertai tindakan," kata Iqbal.


(OJE)