Kasus Dana Hibah Pramuka Terkendala Keterangan Ahli Kemendagri

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 17 Mar 2017 19:02 WIB
dugaan korupsi
Kasus Dana Hibah Pramuka Terkendala Keterangan Ahli Kemendagri
Lambang Bareskrim/ANT/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus dugaan korupsi dana hibah Gerakan Pramuka Kwarda DKI yang menyeret mantan calon wakil gubernur DKI Sylviana Murni, masih diselisik penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Penyidik mengakui, adanya kendala dalam pengusutan kasus dugaan korupsi tersebut. 

"Kalau untuk kwarda, masih terkendala masalah ahli dari Kemendagri," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan Jayamarta, Jumat 17 Maret 2017. 

Adi menlanjutkan, dirinya hingga kini belum mendapat laporan dari penyidik perihal hasil pemeriksaan terhadap ahli dari Kementerian Dalam Negeri. Lantaran sedang mengusut kasus di Kalimantan Timur. 

Dia mengungkap, keterangan ahli dari Kemendagri untuk mengetahui sejauh mana aturan terkait dana hibah pun dana bantuan sosial. 

"Jadi intinya kita mengetahui bahwa apakah pertanggungjawaban dana hibah pada siapa, penggunaannya seperti apa," jelasnya. 

Dana hibah diterima Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta sebanyak dua kali. Pada 2014, Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta menerima Rp6,81 miliar dan Rp6,81 miliar pada 2015.

Sementara itu, Sylvi mengklaim tak ada yang janggal dari penggunaan dana hibah. Menurut dia, penggunaan dana kegiatan pada 2014 sudah diaudit auditor independen dari akuntan publik terdaftar. Sisa anggaran, kata dia, sudah dikembalikan ke kas negara sebanyak Rp801 juta


(LDS)