Dampak Korupsi KTP-el, Karyawan PNRI tak Dapat Jatah Produksi

Renatha Swasty    •    Jumat, 17 Mar 2017 16:37 WIB
korupsi e-ktp
Dampak Korupsi KTP-el, Karyawan PNRI tak Dapat Jatah Produksi
Penggiat antikorupsi melihat spanduk berisikan replika Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik di jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/3/2017). Foto: MTVN/Darwin Fatir

Metrotvnews.com, Jakarta: Belasan orang dari Serikat Karyawan Perusahaan Umum Percetakan Negara RI (Perum PNRI) didampingi aktivis Haris Azhar mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka datang buat mendukung pengusutan KTP-el yang saat ini berjalan di pengadilan.

Ketua Umum Serikat Karyawan PNRI Anggraini Mutia Sari menyebut, pihaknya mendukung KPK mengusut tuntas kasus itu. Utamanya yang menyeret PNRI.

Karyawan, kata Anggraini, sangat dirugikan dengan kasus itu. "Pascapekerjaan KTP-el, biasanya kami memperoleh jasa produksi dan kesejahteraan tiap akhir tahun. Selama 2014-2016, kami tidak pernah lagi memperoleh jasa produksi," kata Anggraini di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat 17 Maret 2017.

Anggraini mengatakan, akibat tak ada jasa produksi pendapatan karyawan menurun. Adapun karyawan PNRI di Jakarta Pusat seluruhnya berjumlah 350 orang.

Dia menduga, pencatatan untung dari proyek KTP-el yang didapat tidak sesuai dengan pencatatan yang dilakukan. Karena itu, dia meminta KPK mengusut hal ini.

Bila terjadi perbedaan pencatatan juga bakal merugikan karyawan. Dan akibat kasus itu kata dia karyawan sudah sangat dirugikan.

"Kesejahteraan kami mulai menurun sejak 2014-2016," kata Anggraini.

Proyek pengadaan KTP-el 2011-2012 dimenangkan Perum PNRI; PT Len Industri; PT Quadra Solution; PT Sandipala Artha Putra; PT Sucofindo dan Manajemen Bersama Konsorsium PNRI.

Perusahaan mendapat untung dari proyek itu yakni; Manajemen bersama konsorsium PNRI mendapat untung sejumlah Rp137.989.835.260; Perum PNRI untung sejumlah Rp107.710.849.102; PT Sandipala Artha Putra untung sejumlah Rp145.851.156.022,00; PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT Sandipala Artha Putra untung sejumlah Rp148.863.947.122.

PT LEN Industri sejumlah Rp20.925.163. 862; PT Sucofindo sejumlah Rp8.231 289.362; PT Quadra solution sejumlah Rp127 320.213.798,36.

Sejumlah pejabat di perusahaan itu juga mendapat untung. Yakni Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam dan Darma Mapangra selaku Direksi PT Len Industri.

"Masing-masing mendapatkan sejumlah Rp1 miliar," tambah Jaksa Eva.

Dalam dakwaan diketahui sejumlah cara dibuat agar perusahaan dimenangkan oleh PNRI.


(MBM)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

15 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA