Eksistensi IS tak Perlu Dikhawatirkan

   •    Kamis, 13 Jul 2017 06:17 WIB
wni gabung isis
Eksistensi IS tak Perlu Dikhawatirkan
Ilustrasi terorisme/MTVN/Rakmat Riyandi

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan ratusan orang di Indonesia menjadi simpatisan gerakan militan negara Islam (IS). Ia menilai jumlah itu belum perlu dikhawatirkan.

"Secara fakta, saat ini di Indonesia jumlah simpatisan IS tidak banyak, hanya sekitar 700 orang," ujar Ryamizard  seperti dilansir Media Indonesia, Kamis 13 Juli 2017.

Namun, bukan berarti pemerintah Indonesia tidak melakukan tindakan untuk menghilangkan pengaruh ideologi radikalisme yang diduga telah tertanam pada para pendukung kelompok bersenjata itu. Indonesia, kata dia, menggunakan strategi pemantapan mindset bagi seluruh masyarakat dengan kembali kepada jati diri bangsa. Di antaranya nilai budaya dan kultur yang tertanam sejak dulu.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu juga menekankan, kegiatan bela negara penting dicanangkan karena berpeluang memperkuat jiwa dan identitas bangsa sehingga ampuh menangkal segala bentuk ancaman yang dapat membahayakan keutuhan dan integritas negara.

"Jadi, saat ini semakin disadari bahwa pertahanan negara tidak cukup dilakukan melalui pendekatan aspek militer atau melalui pengadaan alutsista, tetapi mutlak diperlukan juga adanya wawasan dan pertahanan bangsa yang kuat," terang Menhan.

Namun, pernyataan berbeda disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Ia menyebutkan ada 16 titik di Indonesia yang rawan diduduki IS, seperti Marawi, Filipina Selatan.

Saat ini, tegas Gatot, pihaknya tengah meningkatkan kewaspadaan agar kelompok IS tidak masuk ke Indonesia. Apalagi, konflik dengan IS di Marawi sampai saat ini belum juga selesai.

Ia juga menyampaikan, IS yang kini berada di Filipina Selatan merupakan langkah untuk masuk ke Indonesia. Pasalnya, sejak dulu, IS selelu ingin menguasai wilayah yang memiliki sumber daya.

"Apa ada Islamic State berpusat di Filipina Selatan? Tidak ada apa-apa di sana. Pasti itu merupakan cara untuk masuk ke Indonesia," ucap Gatot.

Namun, Gatot menjamin sampai saat ini tidak ada satu pun kelompok IS yang masuk ke Indonesia.  Sementara itu, sejak 6 Juli hingga 11 Juli TNI-AL dan Angkatan Laut Filipina tengah melakukan operasi bersama di wilayah perbatasan area perairan timur laut Sulawesi.

"Sampai sekarang kondisi perairan Laut Sulawesi yang berbatasan dengan Filipinamasih aman dan terkendali. Kegiatan di Marawi, Filipina Selatan, belum menjamah perairan perbatasan di wilayah Sulawesi Utara," tegas Komandan Lantamal VIII, Laksamana Pertama Suselo.


(OJE)