KPK Gali Suap Penerbitan Paspor di KBRI Kuala Lumpur

Surya Perkasa    •    Selasa, 18 Apr 2017 15:03 WIB
kasus suap
KPK Gali Suap Penerbitan Paspor di KBRI Kuala Lumpur
Kantor KPK. Antara Foto/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali kasus suap penerbitan paspor di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Kali ini tiga orang pemilik perusahaan dipanggil untuk memberi keterangan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut tiga direktur perusahaan swasta dipanggil untuk tersangka Dwi Widodo. Tiga orang tersebut, yakni Sucipto Tanro selaku Direktur PT Alakasa Extrusindo, Direktur Utama PT Trifan Jaya Tintin Prayantin Atik Suardi, dan Direktur PT Merfindo Prima Jaya Paimin.

Saat kasus ini terjadi Dwi menjabat Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur. Penyidik KPK menggali soal proses penerbitan paspor dengan metode calling visa. Dwi diduga menjalankan prosedur dengan cara menyimpang.

Penyidik sudah memeriksa puluhan saksi untuk Dwi di Malaysia dan Indonesia. Dwi sudah dicegah ke luar negeri dan Kementerian Luar Negeri menonaktifkannya dari jabatan Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur.

Dwi diduga menerima suap Rp1 miliar terkait penerbitan paspor Indonesia dengan metode reach out pada 2016 dan visa dengan metode calling visa 2013 hingga 2016 untuk WNI di Malaysia. Dwi ditetapkan sebagai tersangka pada 7 Februari.

Atas perbuatannya, Dwi dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001.


(TRK)