Jaksa Agung: Tindakan Ahok tak Tergolong Menodai Agama

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 21 Apr 2017 14:25 WIB
kasus hukum ahok
Jaksa Agung: Tindakan Ahok tak Tergolong Menodai Agama
Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: Metrotvnews.com/Lukman

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaksa Agung M Prasetyo mendukung keputusan anak buahnya yang mendakwa Basuki Tjahaja Purnama hanya menggunakan Pasal 156 KUHP dalam kasus dugaan penodaan agama.

Berdasarkan sejumlah saksi yang sudah dihadirkan di hadapan hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Ahok tak terbukti menodai agama. Ahok lantas dituntut satu tahun penjara dan percobaan dua tahun. JPU lantas mengabaikan dakwaan Pasal 156a KUHP.

"Dari fakta persidangan dan bukti yang ada, yang lebih dinyatakan terbukti adalah Pasal 156-nya. Jadi, bukan menghilangkan (Pasal 156a)," kata Prasetyo, di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 21 April 2017.

Pasal 156 KUHP menekankan pada perasaan permusuhan atau kebencian terhadap golongan tertentu. Sedangkan Pasal 156a mengatur mengenai penodaan agama. Prasetyo menegaskan, Pasal 156a bukan dihilangkan, tapi memang tak terbukti.
 

Pasal 156a KUHP:
Dipidana dengan pidana penjara selama-selamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penondaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia

 
Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan fakta persidangan menunjukkan tindakan Ahok bukan menistakan agama. "Kita lihat nanti seperti apa (keputusan) hakim. Sama atau tidak (keputusannya) seperti jaksa? Kita belum tahu," ujarnya.
 

Pasal 156 KUHP:
Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4.500


Prasetyo memastikan semua keputusan yang diambil JPU telah ditinjau dan dianalisis. Dia juga menyatakan penundaan penuntutan semata-mata untuk meninjau dakwaan. 

Mantan Jaksa Muda Tindak Pidana Umum ini menyebutkan, tuntutan jaksa terhadap Ahok juga tak menyimpang dari fakta persidangan.

 


(UWA)