Penyidikan Kasus Penimbunan Bawang Putih Dikebut

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 18 May 2017 15:28 WIB
panganbarang ilegal
Penyidikan Kasus Penimbunan Bawang Putih Dikebut
Ilustrasi: Pedagang membersihkan bawang dari kulitnya di Pasar Bitingan, Kudus, Jawa Tengah, Senin (15/5). Foto: ANTARA.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bareskrim Polri mengebut penyidikan kasus penimbunan 182 ton bawang putih di pergudangan Marunda, Jakarta Utara. Perkara itu terus didalami penyidik.

"Insyaallah (dipercepat)" kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agung Setya saat dihubungi, Kamis 18 Mei 2017. 

Menurut dia, hingga kini pemilik PT LBU yang mengimpor bawah putih itu masih diperiksa. Status dari pemilik PT LBU masih terperiksa. 

Sementara itu, Agung berharap, ratusan bawang putih yang disita tak akan dibumihanguskan. Bahan pangan itu diharap bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

"Artinya secara ekonomis ini punya nilai ekonomis. Kalau dibuang begitu saja saya rasa sayang ya," jelas dia. 

Baca: Kehadiran Satgas Pangan Diharapkan Mampu Tekan Lonjakan Harga

Namun, dia masih harus melihat mekanisme penyidikannya kelak. Pasalnya, bawang putih tersebut hanya bisa bertahan hingga dua bulan. 

Kemarin, Bareskim menggeledah gudang bawang putih di kawasan Marunda. Dari sana, polisi menemukan 182 ton bawang putih tanpa dokumen lengkap yang diduga diselundupkan dari Tiongkok dan India.

Baca: Satgas Pangan Gencar Cek Gudang

Korps Bhayangkara mengamankan tiga orang. Pelaku terancam dijerat Pasal 106 Jo 24 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan dan Pasal 31 UU Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.



(OGI)