Polri Sebut Harga Pangan Sulawesi dan NT Naik

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 19 May 2017 10:55 WIB
pangan
Polri Sebut Harga Pangan Sulawesi dan NT Naik
Kepala Satuan Tugas Pangan Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Satuan Tugas Pangan Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan ada kenaikan harga pangan di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur. Sejumlah bahan pangan yang naik antara lain daging ayam broiler, cabai rawit merah, bawang putih dan telur ayam ras.

Kenaikan harga itu karena rantai distribusi yang cukup panjang dan biaya yang tinggi sehingga harga bahan pangan naik di atas rata-rata nasional. "Sampai ke masyarakat harga sudah tinggi dan di atas harga rata-rata nasional," kata Setyo yang kini menjabat Kepala Divisi Humas Polri dalam keterangan pers, Jumat 19 Mei 2017.

Namun, dia memastikan, stok pangan stabil dan aman sampai dengan Iduladha 2017. Satgas Pangan Polri bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, serta Kementerian Perdagangan serta Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) untuk menekan gejolak harga pangan.

Menurut dia, Polri telah menyidak harga pangan di Pasar Kramat Jati dan di Pasar Cipinang, Jakarta. Mereka menemukan harga-harga tidak terlalu bergejolak. 

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya Brigjen Agung Setya menambahkam, Polri telah menangani rantai distribusi khususnya dari pengimpor, produsen sampai konsumen. Mereka menemukan kenaikan harga bawang putih yang signifikan di Jawa dan luar Jawa. 

"Mereka melakukan penimbunan di Marunda dan langsung dilakukan penegakan hukum dan saat ini harga bawang putih langsung turun," ujar Agung.

Polri juga telah mengidentifikasi kenaikan harga daging ayam dan cabai rawit merah. Mencermati situasi tersebut, Satgas Pangan Polri langsung mengambil tindakan konkret dengan melakukan penegakan dan menemukan permasalahan di rantai distribusi 

Baca: Pengepul Cabai di Lombok Diperiksa Satgas Pangan

"Oleh karena tim kami saat ini  sedang bekerja di NTB, semoga tim satgas mampu menurunkan harga pangan. Harus diperbaiki pada sistim rantai distribusinya," kata Agung.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Polri menangkap tiga tersangka penyelundupan dan penimbunan 182 ton bawang putih asal luar negeri di gudang, Jalan Marunda, Jakarta Utara pada Selasa 16 Mei 2017. Tiga pelaku yang ditangkap polisi merupakan pemilik gudang, pemilik barang, dan supir truk. Polisi menduga pelaku menimbun bawang putih kemudian akan dijual pada saat harga naik. (Antara)


(OGI)