BPOM Segera Bentuk Tim Pemberantasan Penyalahgunaan Obat

Arga sumantri    •    Jumat, 15 Sep 2017 18:34 WIB
bpomobat berbahaya
BPOM Segera Bentuk Tim Pemberantasan Penyalahgunaan Obat
Ilustrasi/Metrotvnews.com-M Rizal

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bakal mencanangkan aksi nasional pemberantasan penyalahgunaan obat bulan depan. Aksi itu disebut sebagai upaya keseriusan BPOM dan lembaga terkait memberantas peredaran obat ilegal.

Direktur Pengawasan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif BPOM, Rita Endang, mengatakan, dalam program itu, BPOM tak bekerja sendirian. Bakal ada tim terpadu yang melibatkan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Kejaksaan Agung.

"Kita sama-sama memberantas penyalahgunaan obat," kata Rita kepada Metrotvnews.com, Jumat 15 September 2017.

Rita menyebut program itu bakal dilakukan serempak di seluruh provinsi di Tanah Air. Nantinya, tim terpadu bakal turun dan aktif memberantas produk ilegal, baik obat jenis narkotika atau pun psikotropika.

"Pemberantasan itu dilakukan di sarana distribusi obat yang resmi atau tidak resmi," kata dia.

Rita mengatakan kebijakan itu bakal diluncurkan pada 4 Oktober 2017. Ia berharap program itu dapat mempercepat proses pemberantasan obat ilegal di tanah air.

Baca: Obat PCC Awalnya Legal

Keberadaan obat ilegal kembali jadi sorotan. Kasus terakhir datang dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Puluhan anak berusia 15-22 tahun dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Kendari karena mengalami gejala gangguan mental usai mengonsumsi obat-obatan, seperti somadril, tramadol, dan PCC.

Ketiga jenis obat itu dicampur dan diminum secara bersamaan dengan menggunakan minuman keras oplosan. Akibatnya, seorang siswa kelas 6 sekolah dasar meninggal. Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari paling banyak menangani korban.

Hingga 14 September pukul 14.00 WIB, Kementerian Kesehatan mencatat ada 60 korban penyalahgunaan obat-obatan yang dirawat di tiga RS, yakni RS Jiwa Kendari (46 orang), RS Kota Kendari (9 orang), dan RS Provinsi Bahteramas (5 orang). Sebanyak 32 korban dirawat jalan, 25 korban rawat inap, dan 3 orang lainnya dirujuk ke RS Jiwa Kendari.




(UWA)